Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
10 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Peningkatan Produktivitas di Masa Pandemi Harus Dihadapi Bersama

Peningkatan Produktivitas di Masa Pandemi Harus Dihadapi Bersama
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Selasa, 28 September 2021 16:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/9/2021) mengatakan, peningkatan produktivitas sekaligus aman dari ancaman Covid-19 merupakan tantangan yang harus dihadapi setiap lapisan masyarakat saat ini.

"Upaya pengendalian Covid-19 lewat kebijakan pembatasan kegiatan dalam beberapa pekan terakhir mulai terlihat semakin baik. Sudah saatnya kita meningkatkan produktivitas dengan tetap menjamin keamanan masyarakat," katanya.

Dalam keterangan persnya via daring, Senin (27/9), Koordinator PPKM Jawa-Bali yang juga Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan mengatakan positivity rate di Indonesia sudah semakin baik di angka 1% dengan rata-rata 170.000 test per hari.

Positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat test Covid-19 dengan total jumlah test. Upaya membuka kembali sejumlah kegiatan di area publik, menurut Lestari, harus benar-benar dipersiapkan dengan matang sehingga pelaksana kegiatan tersebut benar-benar memahami pengelolaan sejumlah risiko yang berpotensi dihadapi dalam berkegiatan di masa pandemi ini.

"Berbagai upaya penguatan kedisiplinan masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam menjalankan protokol kesehatan di keseharian dan komitmen melaksanakan testing, tracing dan treatment, harus terus ditingkatkan," jelas Rerie, sapaan akrab Lestari.

Rerie berharap, para pemangku kepentingan dan para pakar dapat memberi masukan yang tepat agar upaya peningkatan produktivitas masyarakat bisa dilakukan di antara koridor tren penurunan kasus positif Covid-19 dan perkiraan akan datangnya ancaman penyebaran Covid-19 gelombang ketiga.

"Jadi, kita harus bisa bergerak dengan bermodalkan optimisme mulai terkendalinya Covid-19 dengan tren penurunan kasus dan melangkah lebih waspada lewat berbagai upaya mengantisipasi ancaman penyebaran Covid-19 gelombang ketiga di tanah air," tandas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Rerie menilai peningkatan produktivitas masyarakat dan tetap terkendalinya Covid-19 adalah dua target yang saling berlawanan sehingga harus dicapai dengan strategi yang penerapannya harus presisi.

"Ketidakseimbangan dalam menerapkan strategi pencapaian dua target itu, akan saling menggagalkan pencapaian target lainnya. Saat ini, bangsa Indonesia benar-benar pada titik yang krusial dalam upaya pengendalian Covid-19 dan membangkitkan kembali produktivitas anak negeri," urainya.

"Dibutuhkan komitmen bersama setiap warga negara untuk menjawab semua tantangan yang ada di depan mata kita saat ini, demi mewujudkan Indonesia yang berdaya saing di berbagai bidang di masa datang," pungkasnya.***

wwwwww