Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Nasional

BRIN Masih Kaji Lokasi Bandara Roket Pengorbit Satelit

BRIN Masih Kaji Lokasi Bandara Roket Pengorbit Satelit
Rabu, 29 September 2021 10:37 WIB
JAKARTA - Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erna Sri Adiningsih dalam suatu pernyataannya yang dikutip di Jakarta, Rabu (29/9/2021) mengatakan, pihaknya masih mengkaji beberapa lokasi untuk pembangunan bandara roket pengorbit satelit selain di Biak, Morotai.

"Biak bukan satu-satunya lokasi ideal dan BRIN belum investasi apapun. Saat ini, BRIN masih melakukan evaluasi terhadap perencanaan awal. Kajian serupa juga sudah dilakukan di beberapa lokasi lainnya," kata Erna dikutip GoNEWS.co dari jagapapua.

Erna juga menyampaikan terkait komunikasi Space X dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang saat ini berganti menjadi BRIN, bukan berkaitan dengan pembangunan bandara antariksa. Menurutnya, Space X saat itu membantu memetakan lokasi penerbangan penumpang komersial antarbenua dengan menggunakan roket agar lebih hemat energi dan waktu dibandingkan jika menggunakan pesawat.

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, terdapat dua syarat yang harus dipenuhi untuk pembangunan roket yaitu kesiapan lahan untuk bandara dan investor. Menurut Handoko, posisi geografis Indonesia cukup berpotensi dan strategis untuk pembangunan bandara antariksa ini.

"Kita akan bermitra dengan konsorsium swasta. Bandara ini nantinya bukan sekadar fasilitas negara untuk riset, tetapi juga untuk bisnis peluncuran satelit. Indonesia berharap memiliki kemandirian dalam meluncurkan satelit untuk komunikasi, surveilans, mitigasi perubahan iklim, mitigasi bencana, dan sebagainya," tambahnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:jagapapua.com
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww