Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

PSI Tunggu Pembuktian Formula E Tak Gunakan APBD

PSI Tunggu Pembuktian Formula E Tak Gunakan APBD
Ilustrasi Formula E. (foto: the race)
Rabu, 29 September 2021 14:25 WIB
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Rabu (29/9/2021) mengaskan pentingnya komitmen klaim yang menyebut Formula E tak gunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pernyataan Anggara, menanggapi keterangan Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta di siaran TV One 28 September 2021 bahwa Formula E tahun 2022 hingga 2024 tidak menggunakan APBD.

"Jika benar Formula E tidak menggunakan APBD, maka itu berarti teman-teman Gerindra sepakat bahwa di pembahasan APBD-P 2021 maupun APBD 2022 nanti tidak perlu ada dana dari APBD untuk Formula E. Itu juga berarti Pemprov DKI tidak perlu mengajukan anggaran Formula E lagi,” kata Anggara dikutip GoNEWS.co.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI itu menyatakan, Pemprov DKI belum menyerahkan dokumen kajian kelayakan Formula E yang baru ke DPRD. Anggara menyayangkan sikap Pemprov DKI yang menahan-nahan dokumen revisi kajian kelayakan Formula E. Apalagi, revisi tersebut merupakan rekomendasi BPK yang wajib ditindaklanjuti.

"Selama ini Pemprov DKI selalu mengklaim bahwa Formula E itu akan memberikan keuntungan, tapi tidak jelas dari mana uangnya dan bagaimana perhitungannya. Oleh karena itu, kami minta agar Pemprov DKI segera menyerahkan revisi kajian Formula E ke DPRD dan membuka nama promotor swasta yang akan menanggung biayanya. Jangan ada yang ditutup-tutupi," ucap Anggara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww