Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
14 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
14 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
14 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
19 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tekan Impor Biji Besi, Mukhtarudin Usul Bentuk Pansus untuk Benahi Sektor Hulu Baja

Tekan Impor Biji Besi, Mukhtarudin Usul Bentuk Pansus untuk Benahi Sektor Hulu Baja
Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin. (foto: Istimewa)
Rabu, 29 September 2021 22:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengusulkan adanya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk membenahi sektor hulu industri baja PT Krakatau Steel (KS).

Usulan politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM dan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian di Parlemen Senayan Jakarta, Selasa, (29/9/2021).

Menurut Mukhtarudin, Pansus penting mengingat bahan baku baja merupakan kebutuhan pokok bagi pengembangan pembangunan infrastruktur, konstruksi, dan industri di tanah Air. "Sampai hari ini KS belum juga ada pembenahan di sektor hulu ya. Apakah memang KS ini udah Happy dengan Impor, tanya Mukhtarudin.

Bahkan, lanjut dia, proyek mangkrak PT Meratus Jaya Iron and Steel, anak perusahaan KS yang ada di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang sudah menyerap dana negara 2 triliunan lebih dari target 3,9 triliun pun investasinya tidak berfungsi.

"Apakah memang KS happy dengan impor saja. Gitu lho. Sedangkan Presiden Joko Widodo saat peresmian pabrik baru punya harapan besar bahwa Indonesia akan berdaulat di segi baja," tegas Mukhtarudin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo, Selasa, (21/9), berharap, produksi baja lembaran panas atau Hot Strip Mill 2 milik BUMN PT Karakatau Steel Tbk (KS) Tbk di Cilegon, Banten bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga negara mampu kurangi impor dan menghemat Rp29 triliun per tahun.

Mukhtarudin mengatakan presiden Jokowi saat peresmian pabrik baru PT Krakatau Steel tersebut punya harapan besar agar Indonesia akan berdaulat secara mineral. "Jadi, Pansus ini satu hal yang urgen kita benahi hulu ya. Selama ini tidak diselesaikan, maka selamanya kita akan bergantung pada impor biji besi," pungkas Mukhtarudin.

Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto menyambut positif usuluan tersebut. "Saya kira ini betul sekali, adanya pansus, agar kita bisa melibatkan lintas Komisi. Ini catatan bagus untuk kita tindaklanjuti," ujar Sugeng.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menilai apa yang disampaikan Mukhtarudin perlu didalami sampai tuntas. "Sehingga kita bisa memenuhi kedaulatan mineral," imbuh Taufiek Bawazier.***

wwwwww