Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Umum

BPIP Tunggu Penetapan Presiden atas 15 Buku Ajar Pancasila

BPIP Tunggu Penetapan Presiden atas 15 Buku Ajar Pancasila
Ilustrasi buku ajar Pancasila. (gambar: ist. via undip)
Jum'at, 01 Oktober 2021 13:52 WIB
JAKARTA - Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Aris Heru Utomo dalam suatu pernyataan yang dikutip di Jakarta, Jumat (1/10/2021) mengatakan, BPIP telah menyelesaikan 15 buku teks yang berisi materi pembinaan ideologi Pancasila yang tinggal menunggu penetapan dari Presiden Jokowi.

15 Buku pembinaan ideologi Pancasila itu, kata Aris, diperuntukkan bagi pendidikan di PAUD (pendidikan anak usia dini), sekolah dasar (SD), sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Saat ini sedang menunggu penetapan oleh presiden," kata Aris dikutip GoNEWS.co dari Antara.

Dijelaskan, 15 buku tersebut disusun oleh 120 tenaga ahli dari berbagai bidang dan lintas agama. Struktur penyampaian materi akan terdiri atas 30 persen teori dan 70 persen praktik.

"Kami berusaha mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan," kata dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:antaranews.com
Kategori:Umum, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww