Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PAN Desak Nadiem Luluskan Semua Guru Honorer Peserta Tes PPPK 2021

PAN Desak Nadiem Luluskan Semua Guru Honorer Peserta Tes PPPK 2021
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim dalam suatu kegiatan. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 01 Oktober 2021 18:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim untuk meluluskan seluruh guru honorer peserta tes PPPK 2021.

"Ubahlah air mata kesedihan menjadi kebahagiaan. Terima aja semuanya kemudian lakukan upgrade, lakukanlah pendidikan yang sangat baik kepada guru-guru honor itu," kata Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Dewi Coryati, Jumat (1/10/2021).

Ia meminta Menteri Nadiem mempertimbangkan hal tersebut dikarenakan passing grade PPPK guru honorer yang tinggi. "Menjawab dari keinginan guru-guru honor pertimbangkanlah hal ini karena tadi passing grade-nya susah, soal-nya susah, pokoknya susah-susah semua," katanya.

Bahkan, Dewi Coryati menyebut kekurangan para guru honorer dalam hal pendidikan serta keterampilan merupakan sumbangan dari pemerintah. "Perlu juga dipahami kalau ada guru-guru, bukan kalau ada, banyak sekali guru-guru yang mengalami kekurangan dalam hal pendidikan, dalam hal keterampilan itu juga adalah sumbangan dari pemerintah kita yang tidak melakukan pendidikan dengan sangat baik," paparnya.

Sementara itu, Prof. Zainuddin Maliki, yang juga Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, mengungkapkan hasil tes PPPK guru honorer tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator penerimaan guru honorer menjadi ASN. "Ada guru yang kaya teori tapi miskin pengalaman, dan ada guru yang kaya pengalaman tapi miskin teori sehingga ketika harus menjawab tes-tes objektif mereka tidak bisa, tapi mereka kaya pengalaman," tegasnya.

Untuk itu, Prof. Zainuddin secara tegas meminta Menteri Nadiem menjadikan pengabdian guru honorer selama puluhan tahun, sebagai dasar pertimbangan penerimaan mereka menjadi ASN. "Saya kira ini harus bisa menjadikan dasar pertimbangan kita untuk memberikan afirmasi kepada guru-guru kita baik yang usia 35 ke atas maupun yang belum 35 tapi pengabdiannya sudah puluhan tahun," jelasnya.

Prof. Zainuddin juga meminta kepada Nadiem menggunakan kesempatan ini untuk membayar hutang pemerintah kepada guru-guru honorer. "Sekali lagi, gunakanlah kesempatan mengangkat PPPK ini untuk membayar hutang kepada guru-guru honorer kita yang telah memberikan pengabdian mereka untuk bisa diangkat menjadi ASN," pungkasnya.***

wwwwww