Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Hindari Ramadan Dirusak Politik, Gus Jazil Ingin Pemilu Digelar Februari

Hindari Ramadan Dirusak Politik, Gus Jazil Ingin Pemilu Digelar Februari
Waketum PKB yang juga Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid alias Gus Jazil (kiri) dalam suatu kesempatan mengaji. (foto: dok. ist.)
Kamis, 07 Oktober 2021 18:42 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid dalam rilis virtual survey SMRC, Kamis (7/10/2021) menyatakan, partainya berharap agar pemilihan umum (Pemilu) bisa digelar pada Februari 2024 agar 'kesucian' Ramadan tetap terjaga.

"Kami berharap, Pileg (Pemilu Legislatif) tidak terjadi pada Ramadan. Bagi kami, sebaiknya Februari sebelum Ramadhan. Karena ini kalau Ramadan, politik identitas juga harus waspadai," kata Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul, sebagaimana disaksikan GoNEWS.co.

Secara kesiapan, ungkap Gus Jazil, PKB bahkan akan menyelesaikan penjaringan bakal Caleg (calon legislatif) pada Februari 2022. Artinya, para bakal Caleg hasil penjaringan terbuka itu akan sudah bisa terjun ke masyarakat pada tahun depan.

Belum sampai pada titik itu saja, PKB kini terus mengalami tren kenaikan dukungan publik. Medio Maret 2020 - September 2021, SMRC mencatat, dukungan publik terhadap PKB atau tingkat keterpilihan Caleg PKB naik dari 7,8 persen menjadi 10,0 persen. Posisi terakhir PKB saat ini, bahkan telah menyalip Gerindra yang hanya dipilih oleh 9,9 persen.

Direktur riset SMRC, Deni Irvani dalam suatu kesimpulannya menyebut, terjadi persaingan yang cukup ketat antara partai Golkar, Gerindra, dan PKB untuk memperebutkan posisi kedua setelah PDIP.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww