Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Masa Depan Indonesia Cerah Jika AHY, Anies, Ganjar, dan RK Tidak 'Mati Muda'

Masa Depan Indonesia Cerah Jika AHY, Anies, Ganjar, dan RK Tidak Mati Muda
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Kamis, 07 Oktober 2021 14:51 WIB

JAKARTA - Kemunculan kelompok muda dalam bursa kepemimpinan nasional disambut baik oleh Wasekjen DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon.

Menurutnya, nama-nama seperti Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan berdampak baik bagi bangsa ini.

Alasannya, karena selain muda dan berpengalaman, mereka juga merupakan orang-orang yang kenyang makan bangku sekolahan. "Jika 15 tahun ke depan kepemimpinan nasional, anggaplah berputar di antara mereka ini, entah siapapun yang mimpin apalagi kolaborasi, cerah sudah republik," tegasnya lewat akun Twitter pribadi, Kamis (7/10).

Bagi Jansen, nama-nama tersebut merupakan generasi baru kepemimpinan nasional Indonesia. Mereka harus dijaga agar tidak jatuh dan terpeleset, apalagi 'mati muda'.

Salah satu hambatan mereka untuk tampil harus dihilangkan. Salah satunya aturan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden.

"Presidential Threshold yang mengunci ini kita buka! Agar mereka semua bisa mentas menyampaikan gagasan/idenya ke bangsanya," tegasnya.

Jansen menilai bahwa Indonesia akan rugi besar jika para pemain bintang tidak bisa diturunkan ke lapangan karena sistem pertandingan. Jadinya, yang tampil selalu generasi tua atau yang berkelas hanya cocok bermain di Serie-B.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww