Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Terus Bangun Komunikasi, Nasdem Berharap 2022 Makin Intensif

Terus Bangun Komunikasi, Nasdem Berharap 2022 Makin Intensif
Bendera NasDem. (foto: ist.)
Kamis, 07 Oktober 2021 17:25 WIB
JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Saan Mustopa saat menghadiri rilis virtual survey SMRC, Kamis (7/10/2021) mengungkapkan, komunikasi politik yang dibangun partainya terkait hajatan pemilu diharap makin intensif pada tahun 2022.

Ia menjelaskan, karena NasDem harus berkoalisi dengan partai lain dalam Pemilu 2024, maka komunikasi politik terus dibangun. NasDem juga mempertimbangkan semua nama yang masuk dalam bursa survey kontestasi 2024.

"Kami mempertimbangkan semua nama yang masuk. Mudah-mudahan 2022 semakin intensif. Sehingga lebih jelas," kata Saan sebagaimana disaksikan GoNEWS.co.

Dalam konteks Pemilu Legislatif (Pileg), NasDem menyatakan bersyukur bisa mendapat kenaikan dukungan publik. Capaian ini tidak mudah karena NasDem tidak memiliki sosok sentral untuk menjadi magnet publik. Mengingat, sang Ketumnya yakni Surya Paloh, memang tidak berminat mencalonkan diri sebagai Capres.

"Kami bersyukur naik dari 3 menjadi 4 persenan, artinya kami dapat apresiasi dari publik," kata Saan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww