Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
10 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
11 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
9 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  SEA Games

Penularan Covid Meluas, Epidemiolog Sarankan PON Papua Tanpa Penonton

Penularan Covid Meluas, Epidemiolog Sarankan PON Papua Tanpa Penonton
Antrean penonton di PON Papua. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 08 Oktober 2021 15:54 WIB

JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyarankan agar di lokasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tidak dihadiri penonton. Saran itu disampaikan usai ditemukan 39 kasus positif virus corona (Covid-19) di lokasi penyelenggaraan PON.

"Harusnya kalau ditemukan seperti itu di lokasi di bubble itu, di lokasi penyelenggaraan jangan ada penonton dulu, jangan ada interaksi dulu dengan dunia luar," kata Dicky saat dihubungi, Jumat (8/10).

Diketahui, pemerintah menerapkan sistem bubble dalam penyelenggaraan PON XX di Papua. Atlet, peserta, tim, official, serta panitia dan media massa melakukan aktivitas di lokasi yang telah ditentukan.

Mereka tidak diizinkan melakukan aktivitas di luar tempat tersebut dan pulang pergi dengan kendaraan yang telah ditentukan. Dicky mengingatkan agar penonton, official, maupun penyelenggara PON benar-benar tidak berinteraksi dengan pihak luar. Sistem bubble akan percuma karena penularan bisa terjadi lewat interaksi dengan pihak yang tidak berkepentingan dengan PON.

"Benar-benar nggak ada kontak dengan official dengan para pemain dan semua yang terlibat, mungkin ada official dari pejabat Pemda segala macam itu harus betul-betul dikarantina kalau ada kontak," tuturnya.

Terpisah, Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko yakin bakal ada klaster penularan virus corona dari penyelenggaraan PON XX Papua.

"Menurut saya pada kerumunan itu enggak mungkin enggak ada klaster, pada PON juga nggak mungkin nggak ada klaster pasti ada klaster," kata Miko dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia.com, Jumat (08/10/2021).

Menurut Miko, tidak perlu menunggu jumlah kasus positif Covid-19 di PON XX Papua hingga 34 untuk disebut sebagai klaster. Ia menjelaskan, penularan kasus Covid-19 yang terjadi pada satu orang ke orang lainnya di tempat yang sama sudah memenuhi kriteria disebut klaster.

"Menolak ada klaster luar biasa salahnya, luar biasa salahnya, sudah (pasti) ada klaster. Olimpiade aja ada klaster. Olimpiade ya yang di Jepang," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kasus Covid-19 di penyelenggaraan PON XX Papua saat ini mencapai 34 kasus. Semua kasus tersebut, kata Wiku, tanpa gejala. "Hingga saat ini terdapat 34 kasus positif Covid-19 dalam penyelenggaraan PON ke XX. Semuanya tanpa gejala dan diharapkan dapat segera pulih," kata Wiku dalam konpers virtual, Kamis (7/10) sore.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, SEA Games, DKI Jakarta, Papua
wwwwww