Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
12 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
9 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
10 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
8 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Olympic

Bursa Ketua PBNU Selain Said Aqil versi Survei, Ada Nama Gus Baha

Bursa Ketua PBNU Selain Said Aqil versi Survei, Ada Nama Gus Baha
KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 08 Oktober 2021 15:48 WIB
JAKARTA - Survei Indostrategic mengenai kandidat Ketua Umum PBNU memunculkan sejumlah nama selain petahana Said Aqil Siroj. Survei tersebut juga menemukan elektabilitas Said Aqil hanya berada di urutan ketiga.

Dalam survei Indostrategi, KH Marzuki Mustamar mendapatkan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen. Marzuki Mustamar saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilaya Nahdlatul Ulama (PWNU) provinsi Jawa Timur.

Posisi kedua dalam survei Indostrategic diduduki KH Hasan Mutawakkil Alallah dengan raihan 22,2 persen. Pada 2020 lalu Hasan Mutawakkil terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah atau Musda MUI Jatim X Tahun 2020, sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur.

"KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur) dengan dukungan tertinggi sekitar 24,7 persen, disusul KH Hasan Mutawakkil Alallah 22,2 persen, KH Said Aqil Siradj 14,8 persen yang juga incumbent Ketum PBNU saat ini," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10).

Nama Said Aqil selaku petahana duduk di urutan ketiga dengan 14,8 persen. Said sebelumnya menyatakan siap maju kembali dalam pencalonan ketua umum PBNU. Namun, dia mengaku masih menunggu restu sejumlah kiai.

Nama berikutnya dalam bursa Ketum PBNU versi survei Indostrategic adalah KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha. Dia memperoleh 12,4 persen suara dukungan. Baha ada kiai muda NU yang video ceramah-ceramahnya bertebaran di media sosial. Dia salah satu tokoh muda yang populer di jagat maya.

Umam menyebut kemunculan Baha dan dan kandidat lain dengan elektabilitas melebihi Said adalah tanda keinginan Nahdliyyin untuk regenerasi kepemimpinan. "Munculnya nama-nama baru dengan dukungan warga Nahdliyyin yang memadai di bursa ini, juga bisa dipengaruhi oleh kuatnya aspirasi regenerasi kepemimpinan, untuk menghadirkan warna NU yang lebih fresh dan dinamis," ujarnya.

Indostrategic melakukan survei ini pada 23 Maret- 5 April 2021 dengan mengikutsertakan 1.200 orang responden. Survei ini memiliki ambang batas kesalahan (margin of error) sebesar 3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, DKI Jakarta
wwwwww