Pemdes Kemendagri: E-Voting Lebih Efisien
![]() |
| Ilustrasi. (gambar: ist./kliklegal) |
"Hasil pelaksanaan selama ini, lebih efisien karena waktu yang lebih cepat, mengurangi kesalahan dan mengurangi jumlah petugas," kata Yusharto kepada GoNEWS.co.
Selain aspek teknis, efisiensi juga terpantau dari sisi anggaran. Setidaknya, kata Yusharto, "Menghemat penggunaan kertas suara,".
Lebih jauh, lanjut Yusharto, e-voting juga terpantau berhasil mengurangi konflik sosial-politik dalam Pilkades.
Meski mencatatkan sejumlah keunggulan, e-voting juga bukan tak punya kendala dalam pelaksanaannya. Beberapa tantangan dalam pelaksanaannya antara lain, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pelaksana terutama terkait pemeliharaan sistem dan ketersediaan listrik di desa-desa yang terisolir.
Yusharto menuturkan, sejak dimulai pada tahun 2013, sudah ada 1.572 desa di 23 kabupaten dan kota yang menggelar Pilkades secara e-voting. Pada prinsipnya, ujar Yusharto, "E-voting terus kita galakkan pada kabupaten dan kota yang akan melaksanakan Pilkades,".***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | Voli, Nasional, DKI Jakarta |













