Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Nasional

Pemdes Kemendagri: E-Voting Lebih Efisien

Pemdes Kemendagri: E-Voting Lebih Efisien
Ilustrasi. (gambar: ist./kliklegal)
Jum'at, 15 Oktober 2021 05:40 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Diren Bina Pemdes Kemendagri) Yusharto Huntoyungo melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis (14/10/2021) mengungkapkan, e-voting atau pemungutan suara secara elektronik dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) terhitung lebih efisien secara teknis.

"Hasil pelaksanaan selama ini, lebih efisien karena waktu yang lebih cepat, mengurangi kesalahan dan mengurangi jumlah petugas," kata Yusharto kepada GoNEWS.co.

Selain aspek teknis, efisiensi juga terpantau dari sisi anggaran. Setidaknya, kata Yusharto, "Menghemat penggunaan kertas suara,".

Lebih jauh, lanjut Yusharto, e-voting juga terpantau berhasil mengurangi konflik sosial-politik dalam Pilkades.

Meski mencatatkan sejumlah keunggulan, e-voting juga bukan tak punya kendala dalam pelaksanaannya. Beberapa tantangan dalam pelaksanaannya antara lain, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) pelaksana terutama terkait pemeliharaan sistem dan ketersediaan listrik di desa-desa yang terisolir.

Yusharto menuturkan, sejak dimulai pada tahun 2013, sudah ada 1.572 desa di 23 kabupaten dan kota yang menggelar Pilkades secara e-voting. Pada prinsipnya, ujar Yusharto, "E-voting terus kita galakkan pada kabupaten dan kota yang akan melaksanakan Pilkades,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww