Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Minim Prestasi, Dua Tahun Jokowi-Maruf Amin Ibarat Cuaca Berkabut Tebal

Minim Prestasi, Dua Tahun Jokowi-Maruf Amin Ibarat Cuaca Berkabut Tebal
Dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Maruf Amin dianggap minim prestasi. (foto: Ilustrasi/istimewa)
Selasa, 19 Oktober 2021 19:21 WIB
JAKARTA - Dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Maruf Amin dianggap minim prestasi dan hanya mementingkan pembangunan infrastruktur dibanding pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, dua tahun kepemimpinan Jokowi-Maruf diibaratkan seperti cuaca yang masih berkabut tebal.

"Dua tahun Jokowi Maruf masih minim prestasi, seumpama cuaca masih berkabut tebal, masih belum ada tanda-tanda cuaca cerah yang dapat menyinari dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat," ujar Saiful, Selasa (19/10/2021).

Saiful menilai, pembangunan lebih ditekankan pada pembangunan fisik, belum nampak pembangunan sumber daya manusia. Sehingga, hal tersebut dianggap merupakan kemunduran bagi sebuah bangsa yang masih berkembang seperti Indonesia.

"Pemerintah seperti ingin menunjukkan pembangunan berhasil dan dapat dilihat dengan mudah karena tampak dengan mata, tetapi justru melalui massifnya pembangunan infrastruktur menyebabkan SDM kita menjadi kropos dan perekonomian cenderung tidak berkembang signifikan," kata Saiful.

Karena kata Saiful, infrastruktur dibangun dengan berbagai macam skema utang. Bahkan, setelah selesai tidak jarang justru dilakukan peralihan kepada swasta yang menyebabkan skema tarinya menjadi mahal tidak dapat dijangkau oleh rakyat lapisan bawah.

"Untuk itu setelah dua tahun pemerintahan Jokowi Maruf Amin harus lebih mengedepankan pembangunan SDM dan menyudahi terlalu ambisius dalam pembangunan infrastruktur," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww