Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Polisi Belum Terima Laporan Wabup Bulukumba soal VC Seks

Polisi Belum Terima Laporan Wabup Bulukumba soal VC Seks
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 23 Oktober 2021 23:17 WIB

BULUKUMBA - Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf diduga menjadi korban pemerasan dengan modus video call seks (VCS). Namun, pihak kepolisian hingga saat ini belum menerima laporan terkait kejadian yang menimpa orang nomor di Bulukumba, Sulawesi Selatan ini.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bulukumba, AKP Bayu Wicaksono membenarkan jika pihaknya belum menerima laporan dari Wakil Bupati Bulukumba soal kasus pemerasan tersebut. "Belum ada laporannya," kata Bayu, Sabtu (23/10).

Bayu mengatakan, pihaknya belum dapat melakukan penyelidikan terkait kasus pemerasan yang dialami oleh politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini. Sebab, pihak kepolisian belum menerima laporan korban. "Iya belum ada saya terima laporannya. Kalau ada laporannya pasti kami segera proses," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Bulukumba pun meminta untuk setiap warga yang menjadi korban pemerasan dengan modus video call seks tersebut agar dapat langsung melaporkan kejadian itu.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bulukumba, Edy Manaf, menjadi salah satu korban kasus pemerasan dengan modus video call seks (VCS) yang tengah marak terjadi di kabupaten di Sulawesi Selatan tersebut.

Edy menjelaskan dirinya menjadi korban pemerasan setelah mendapatkan panggilan melalui aplikasi Facebook Messenger sekitar dua minggu lalu. Edy yang mengangkat panggilan tersebut kaget saat melihat tampilan gambar yang tak senonoh.

"Dia ajak berkomunikasi dan langsung tindis itu (screenshot) dan yang muncul foto tidak senonoh," kata Edy saat dikonfirmasi, Sabtu (23/10).

Politisi Partai Amanat Nasional itu mengaku langsung menutup telepon karena kaget. Namun, pelaku lebih cepat melakukan tangkapan layar pada saat video call.

"Kebetulan (saat panggilan) itu kepala aku kelihatan. Begitu kelihatan, dia langsung mengancam akan menyebarkan screenshot tersebut," ujarnya.

Mantan anggota DPRD Sulsel ini menyebut VCS itu sangat berbahaya karena bisa menjadi sebagai alat untuk melakukan pemerasan. Apalagi, kata dia, kejadian itu dialami banyak pihak. "Banyak pejabat juga yang menjadi korban. Cuma tidak berani menyampaikan," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Sulawesi Selatan
wwwwww