Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Nasional

Periset BRIN Masuk Daftar Teratas World Ranking Scientists

Periset BRIN Masuk Daftar Teratas World Ranking Scientists
Periset BRIN Dr. R. Tedjo Sasmono dan Dr. Ratih Pangestuti. (foto: ist./brin)
Selasa, 26 Oktober 2021 16:51 WIB
JAKARTA - Dua orang periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) masuk dalam daftar 2% saintis teratas dunia (Top 2% World Ranking Scientists). Pemeringkatan dilakukan oleh peneliti dari Stanford University, Prof John Ioannidis bersama Jeroen Baas dan Kevin Boyack yang dipublikasikan pada 20 Oktober 2021.

Keterangan resmi BRIN yang dikutip GoNEWS.co, Selasa (26/10/2021) menyebut, dua periset BRIN berprestasi itu adalah Dr. Ratih Pangestuti dan Dr. R. Tedjo Sasmono.

Dr. Ratih Pangestuti adalah peneliti dari Balai Bio Industri Laut (BBIL) BRIN. Peraih gelar Doktor bidang Marine Biochemistry dari Pukyong National University Korea Selatan pada tahun 2012 ini banyak menaruh perhatian pada eksplorasi sumber daya laut secara berkelanjutan. Selain aktif sebagai peneliti, Ratih Pangestuti saat ini juga ditugaskan sebagai pelaksana tugas Kepala Kantor BBIL BRIN di Nusa Tenggara Barat dan juga sebagai ketua kelompok penelitian Bio Industri Laut. Ketertarikannya pada dunia kelautan, didorong oleh kekayaan sumber daya hayati laut Indonesia yang tertinggi di Bumi. Namun sayang, kekayaan sumber daya hayati laut tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

Adapun Dr. R. Tedjo Sasmono adalah peneliti senior pada Pusat Riset Biologi Molekular (PRBM) Eijkman BRIN. Pria berkacamata ini memulai karirnya sebagai periset di LBM Eijkman pada Tahun 1994. Meraih PhD dalam bidang molecular bioscience dari University of Queensland, Australia pada tahun 2003. Saat ini, Dr. Tedjo Sasmono adalah ketua kelompok Unit Penelitian Demam Berdarah Dengue di PRBM Eijkman.

Ketertarikannya pada riset penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) karena melihat kenyataan bahwa penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang hingga kini masih menghantui Indonesia pada khususnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww