Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Polda Metro Jaya dan Media TV Bersinergi Wujudkan Tayangan yang Sehat

Polda Metro Jaya dan Media TV Bersinergi Wujudkan Tayangan yang Sehat
IJTI Jakarta Raya dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengadakan diskusi tentang 'Sinergi Kepolisian dan Media TV untuk Menciptakan Tayangan yang Sehat' di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Selasa (26/10/2021) kemarin.
Rabu, 27 Oktober 2021 10:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jakarta Raya dan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengadakan diskusi tentang 'Sinergi Kepolisian dan Media TV untuk Menciptakan Tayangan yang Sehat' di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Selasa (26/10/2021) kemarin.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dalam pertemuan itu menegaskan, Media dan polisi sebagai pengawal peradaban atau social engineering harus mampu menciptakan peradaban masyarakat Indonesia yang naik kelas seperti negara-negara demokrasi yang lebih maju. "Kami punya kepentingan bagaimana supaya proses demokrasi berjalan dengan baik (di Indonesia)," ujar Fadil yang didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan jajaran Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Pengurus IJTI Jakarta Raya yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain Feby Budi Prasetyo (Ketua), Hazmi Fitriyasa (Wakil Ketua), Kennorton Hutasoit (Sekretaris), Denny Batubara (Bendahara), dan jajaran pengurus lainnya dari berbagai media televisi.

Diskusi antara para jurnalis dan Kapolda berlangsung interaktif. Kapolda dalam paparannya menjawab semua pertanyaan para jurnalis dan menjelaskan bahwa Polisi sebagai salah satu social engineering ingin tampil di media sebagai polisi yang menjalankan tugas pencegahan dan penindakan secara professional.

"Polisi sekarang ini sering diberitakan negatif, mulai dari membentak-bentak warga, arogansi dan lain-lain, itu menurut saya kurang professional. Saya berharap yang ditampilkan itu, polisi yang bekerja professional, ketika menangkap pelaku kasus narkoba, misalnya, polisi bisa melakukan tes urine di tempat, jadi tidak perlu debat di lapangan, cukup buktikan dengan hasil tes urine terbukti positif,” ujar Kapolda.

Polda Metro Jaya telah menyediakan berbagai peralatan dan teknologi untuk pencegahan dan pengintaian terhadap pelaku kejahatan atau kriminal. Setiap sudut Ibu Kota Jakarta tersedia kamera dan teknologi face recognition, menurut Kapolda, akan membuat setiap orang pelaku kejahatan tidak bisa sembunyi. "Polisi punya kamera dan punya teknologi face recognition. kamu (pelaku kejahatan) tidak bisa sembunyi," tegasnya.

Kapolda menggambarkan berita yang seharusnya disuguhkan kepada publik adalah berita yang dibuat dengan hati. "Ini adalah segi tiga indah, media, cerita, dan cinta. Jika cerita itu kita buat dengan hati, insyaallah masyarakat akan melihat dengan hati pula. Tentu saja semua karya yang dibuat dengan hati pasti akan menghasilkan sesuatu yang dapat diterima akal sehat," pungkas Kapolda.

Ketua IJTI Jakarta Raya Feby Budi Prasetyo (MNC TV) menegaskan IJTI merupakan wadah para jurnalis TV yang menjungjung tinggi kemerdekaan pers yang professional. "Berita yang sehat dihasilkan oleh jurnalis yang kompeten. Salah satu tugas IJTI meningkatkan profesionalisme jurnalis melalui uji kompetensi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sekretaris IJTI Jakarta Raya Kennorton Hutasoit (Metro TV) mengatakan, kemerdekaan pers yang professional menghormati kemerdekaan polisi dalam menjalankan tugasnya. "Pers hadir untuk pemenuhan kebebasan berekspresi dan hak informasi sebagai hak asasi dan kebutuhan pokok warga negara. Polisi hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Pers dan polisi yang professional sama-sama bertujuan untuk memajukan demokrasi," ujarnya.

Pada penghujung diskusi, Kapolda berjanji akan melakukan sinergi dengan media TV untuk membangun citra dan realitas Ibu Kota Jakarta yang aman dan nyaman bagi setiap warga negara.***

wwwwww