Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Rocky Gerung, Refly Harun hingga Jumhur Deklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia

Rocky Gerung, Refly Harun hingga Jumhur Deklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia
Sejumlah aktivis dan tokoh politik saat mendeklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia. (Foto: Muslikhin/GoNews.co)
Kamis, 28 Oktober 2021 20:37 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Sejumlah tokoh dan aktivis berkumpul di Jalan Darmawangsa Raya, Jakarta Selatan. Mereka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 pada Kamis (28/10/2021). Pada kesempatan itu mereka mendeklarasikan Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia.

Berdasarkan pantauan GoNews.co, di lokasi, sejumlah tokoh dan aktivis yang berkumpul antara lain pengamat politik Rocky Gerung, pakar hukum tata negara Refly Harun, ekonom senior Faisal Basri, dan pentolan KAMI Syahganda Nainggolan.

Hadir pula mantan aktivis 98 Ferry Juliantono, pentolan KAMI Jumhur Hidayat, eks politikus Nasdem Akbar Faizal, eks Juru Bicara Gus Dur Adhie Massardi, artis yang juga politisi Raslinna Rasidin, pengamat kebijakan publik Said Didu, beserta puluhan tokoh dan aktivis lainnya.

"Nama Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia sebenarnya bukan organisasi yang sudah kita bentuk berbulan-bulan, berhari-hari, tapi ini penamaan untuk memudahkan kita mengundang teman teman semua. Salah satu yang ikut menggagas namanya adalah bung Rocky Gerung," ucap Ferry yang juga penggagas perkumpulan.

Ferry berharap Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia bisa menjadi alternatif kekuatan untuk mengimbangi kekuasaan. "Dengan berkumpul di sini harapannya saya sebagai tuan rumah kita bangun kekuatan untuk mengimbangi kekuatan yang sekarang ada di dalam pemerintahan," jelasnya.

Penggagas Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia lainnya, Raslinna Rasidin mengatakan forum ini dibentuk untuk membuat Indonesia lebih baik lagi. "Kehadiran hari ini merupakan forum silaturahmi datang dengan tidak rasa takut. Saya bersyukur forum ini terbentuk . Kenapa kita gak coba bicara. Kita yakin Indonesia bisa lebih baik," imbuhnya.

Refly Harun yang juga hadir di acara, mengatakan dirinya mendukung Perhimpunan Menemukan Kembali Indonesia. Ia melihat pasca merdeka, Indonesia seperti ada yang hilang. Karena itulah forum ini akan mengembalikan Indonesia sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

Di forum ini, Refly juga mendorong agar presidential threshold (PT) menjadi nol persen. Hal itu penting agar masyarakat bisa mendapatkan banyak pilihan dan terhindar dari cengkeraman oligarki.

"Saya tetap berkomitmen mendorong agsr presidential threshold nol. Berkali-kali dalam kesempatan saya katakan kalau PT tidak nol maka bahayanya oligarki akan memelihara satu, dua, politisi untik dimajukan pemilihan presiden pura-pura," pungkas dia.

Sementara itu, Raslina Rasidin, yang mengatakan, Sumpah Pemuda merupakan momentum ditemukannya kembali Indonesia. "Saya sangat hargai niat dari lahirnya diskusi ini. Dimana tidak ada yang takut demi memulihkan kepentingan bangsa. Saya bersyukur forum ini terbentuk oleh partisipasi tokoh-tokoh yang merupakan senior saya," ungkapnya.

Raslina mengaku sangat bersyukur forum lahir dari keberanian berbicara fakta, dan kemudian dilanjutkan untuk bertindak dan berbuat demi kepentingan bangsa. "Kita mencoba untuk berbicara dan memberanikan diri untuk berbuat. Kita yakin Indonesia ke depan bisa lebih baik lagi," pungkasnya.***

wwwwww