Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pengalaman PON XX Jadi Modal Pelaksanaan Peparnas XVI Papua

Pengalaman PON XX Jadi Modal Pelaksanaan Peparnas XVI Papua
Menpora Amali saat menjadi nara sumber Program Newsroom CNN Indonesia TV. (Dok. Kemenpora)
Sabtu, 30 Oktober 2021 15:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua yang masih dalam masa pandemi menjadi konsen pemerintah dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19. Penanganan pada waktu Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang lalu menjadi modal berharga.

"Antisipasi penyelenggaraan Peparnas XVI Papua dalam menekan penyebaran Covid-19 memang menjadi konsen pemerintah. Pengalaman pada saat penanganan PON yang lalu untuk Covid-19 menjadi pelajaran, pengalaman sekaligus menjadi masukan untuk panitia besar Peparnas," kata Menpora Amali saat menjadi narasumber Program Newsroom CNN Indonesia TV, secara virtual dari Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (29/10/2021).

"Ini memang menjadi konsen pemerintah karena penyelenggaraan multieven nasional paralimpik ini ditengah-tengah pandemi yang masih melanda negeri ini. Mana yang menjadi hal-hal yang menimbulkan adanya Covid itu yang akan diberikan perhatian," tambahnya.

Pada saat PON yang lalu lanjutnya, para atlet dan pelatih ditempatkan di penginapan dan wisma-wisma atlet. Untuk Peparnas ini maka semua atlet akan ditempatkan di hotel di Kabupaten dan Kota Jayapura. Hal ini diharapkan juga untuk lebih menghindari penyebaran Covid-19.

"Pada saat PON lalu yang terkena itu atlet, pelatih dan panitia. Mudah-mudahan ini menjadi catatan penting dan pemeritah memberi perhatian khusus untuk hal-hal seperti itu.Untuk pelatih dan tenaga pendamping baru di wisma atlet karena mereka tidak membutuhkan hal-hal yang khusus," ujarnya.

Dari sisi pengamanan Menpora Amali yakin pihak TNI/Polri dan BIN mampu melaksanakan tugasnya dengan baik sama pada saat pengamanan PON XX yang dilaksanakan di beberapa cluster.

"Upaya pengamanan masih sama dengan pada saat PON yakni menjadi tanggungjawab TNI-Polri dan juga Badan Intelijen. Jadi, semua disiapkan dan dibuat nyaman. Untuk keamanan ini saya mengulangi dan menyampaikan bahwa, apa yang kita khawatirkan dan kita takuti sebelumnya ternyata itu tidak terbukti. Saya hampir 20 hari berkantor di Papua selama PON dan aman-aman saja. Kesana-kemari tidak perlu pengawalan yang ketat bahkan saya kadang jalan sendiri tidak ada masalah," urai Menpora Amali.

"Mudah-mudahan suasana seperti itu akan terjadi saat Peparnas ini sehingga suasana aman, nyaman serta atlet bisa bertanding dengan enak tanpa ada kekhawatiran yang berlebihan dan semua bisa lancar. Saya percaya kepada pihak TNI-Polri dan BIN kita sudah bekerja dengan sebaik-baiknya, mereka bisa mengamankan PON saya yakin pasti juga bisa mengamankan Peparnas ini," tutupnya. ***

wwwwww