Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Beladiri

Terkuak Asal Muasal Amunisi KKB Papua, Ternyata dari Oknum Polisi

Terkuak Asal Muasal Amunisi KKB Papua, Ternyata dari Oknum Polisi
Ilustrasi Senjata KKB. (foto: Istimewa)
Sabtu, 30 Oktober 2021 15:44 WIB

JAKARTA - Satgas Operasi Nemangkawi menangkap dua orang anggota polisi diduga melakukan transaksi penjualan amunisi kepada teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nabire, Papua.

"Iya lagi dilakukan pemeriksaan," kata Kasatgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Nemangkawi, Kombes Faisal Ramadhani saat dihubungi wartawan pada Jumat, 29 Oktober 2021.

Namun, Faisal belum bisa menjelaskan secara detail terkait penangkapan dua anggota polisi tersebut. Adapun, inisial polisi yang ditangkap yaitu JPO dan AS. Diketahui, JPO berdinas di Polres Nabire dan AS merupakan anggota di Polres Yapen. "Ardi (AS) dari Yapen. Joni (JPO) Nabire," ujarnya.

Saat ini, kata Faisal, keduanya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus yang dituduhkannya tersebut. "Lagi dilakukan pemeriksaan. Belum digelar (gelar perkara)," jelas dia.

Informasi yang diterima, polisi juga menyita sejumlah uang dari JPO dan AS. Polisi menyita uang sebesar Rp9,9 juta dari JPO dan Rp2,2 juta dari AS atau total Rp12,1 juta.

Uang yang diterima AS dan JPO itu diduga berasal dari penjualan amunisi sebanyak 80 butir. Saat ini, identitas sosok yang diduga KKB melakukan transaksi dengan 2 oknum polisi itu masih didalami.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta, Papua
wwwwww