Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021

Gregoria Bilang Kurang Cepat Beradaptasi

Gregoria Bilang Kurang Cepat Beradaptasi
Gregoria Mariska Tunjung. (Dok. PP PBSI)
Rabu, 17 November 2021 19:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NUSA DUA - Pebulutangkis tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung menambah daftar wakil Indonesia yang tersingkir dari ajang Turnamen Bulutangkis Indonesia Masters 2021. Gregoria dikalahkan unggulan delapan asal Jepang, Sayaka Takahashi 18-21, 21-11, 20-22 dalam laga berdurasi 56 menit di Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (17/11/2021).

"Di gim kedua saya sempat memberikan perlawanan dan lawan banyak melakukan kesalahan. Jadinya saya diuntungkan. Di sini saya berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada," ujar Gregoria usai bertanding.

Dia mengaku di gim awal kurang cepat beradaptasi dengan lapangan maupun permainan lawan. "Di gim kedua saya sudah mulai menemukan pola permainan dan berhasil menekan lawan," katanya.

Memasuki gim penentuan, pemain kelahiran Wonogiri, 11 Agustus 1999 ini menjadi kurang sabar dan terburu-buru untuk meraih poin dan mengakhiri permainan, terutama saat memimpin 20-19 di gim ketiga.

"Maunya cepat selesai dan bola jadi tidak terontrol. Di poin kritis pun saya malah tidak maksimal," kata Gregoria.

Juara Kejuaraan Dunia Junior 2017 itu mengaku, fisik dan mental bertandingnya masih perlu perbaikan. Kondisi ini membuat rass percaya dirinya terkoreksi.

"Fisik dan mental bertanding saya perlu perbaikan. Kurang konsisten dalam melakukan serangan. Apalagi harus menjalani pertandingan panjang," komentar Gregoria.

Di pertandingan melawan Takahashi ini, niatan Gregoria bukan hanya untuk menang melainkan juga bermain dengan penampilan terbaiknya. Selain itu, dia sempat terkecoh dengan pola serangan lawan yang bertangan kidal.

"Saya sering dipaksa untuk melepas bola ke arah kiri lawan. Dia kan kidal jadi lebih mudah melakukan forehand. Seharusnya di sebelah kanan, agak sulit dia mengembalikan bola backhand," katanya.

Selanjutnya, Takahashi akan berjumpa dengan pemain non unggulan dari Jerman, Yvonne Li yang perlu 49 menit untuk menghentikan laju pemain Spanyol, Beatriz Corrales. ***

Kategori:Non Olympic, Bali
wwwwww