Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kualifikasi FIBA World Cup 2023

Lagu Indonesia Raya Dipotong, Nirmala Dewi: PP Perbasi Kecewa

Lagu Indonesia Raya Dipotong, Nirmala Dewi: PP Perbasi Kecewa
Timnas Bolabasket Indonesia saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. (Dok. PP Perbasi)
Minggu, 28 November 2021 12:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) kecewa berat dengan tuan rumah Lebanon yang tidak bisa menunjukkan rasa hormat kepada Indonesia sebagai tim tamu. Hal ini terkait dengan panpel Lebanon yang memutar tidak selesai lagu kebangsaan Indonesia Indonesia Raya sebelum pertandingan.

"Kami kecewa kepada Lebanon. Saat memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya dipotong. Tidak diputar sampai selesai. Kami protes keras dengan kejadian ini," ungkap Sekjend PP Perbasi, Nirmala Dewi.

Saat lagu ciptaan WR Soepratman ini diputar, hanya sampai "marilah kita berseru, Indonesia bersatu". Setelah itu tidak dilanjutkan. Situasi ini pun direspons oleh manajemen dan pemain timnas dengan saling pandang. Mereka merasa aneh karena tidak biasa menyanyikan kebangsaan tidak utuh.

Nirmala menegaskan bahwa PP PERBASI secara resmi mengajukan surat protes kepada Lebanon, Sabtu (27/11). Harapannya, pihak Lebanon meminta maaf atas kelalaian ini agar ke depan tidak terjadi hal serupa. Mengingat, lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah bagian dari harga diri bangsa yang harus dijunjung tinggi karena para pendahulu memperjuangkan dengan segenap jiwa dan raga juga harta.

Nirmala berharap situasi ini tidak sampai mereduksi semangat pemain Timnas Elite Indonesia menatap pertemuan kedua melawan Lebanon pada 29 November nanti. Sesuai jadwal dari kualifikasi FIBA World Cup 2023, Indonesia akan kembali ketemu Lebanon pada window pertama ini. Pertandingan home Indonesia ini akan tetap dilaksanakan di Lebanon karena pertimbangan protokol kesehatan Covid 19.

"Kami berharap para pemain tidak kehilangan kepercayaan diri dan berjuang lebih keras lagi melawan Lebanon saat kita menjadi tuan rumah. Poin sangat penting bagi Indonesia dalam perjuangan tampil di FIBA World Cup 2023 nanti," tukas Sekjend perempuan pertama di PP Perbasi ini.

Timnas Elite Indonesia memang harus berusaha keras pada pertemuan kedua melawan Lebanon nanti setelah pada pertemuan pertama menyerah 96-38. Ini karena Indonesia butuh kemenangan agar bisa membuka jalur ke FIBA World Cup 2023. Apalagi, pada pertemuan kedua nanti status Indonesia sebagai tuan rumah.

Manajer Timnas Elite Indonesia Maulana Fareza Tamrella mengakui, sempat kebingungan di lapangan saat lagu kebangsaan Indonesia Raya tidak diputar secara utuh. Padahal hal tersebut sudah dibahas dalam pertemuan sebelum pertandingan.

"Mungkin bagi mereka hal seperti ini biasa tapi bagi kami, ini adalah persoalan sensitif. Ini menyangkut harga diri sebagai bangsa. Secara lisan, kami sudah protes saat itu juga dan kami berharap hal serupa tidak terjadi lagi ke depannya," tukas Mocha, sapaan karib Maulana Fareza Tamrella. ***

wwwwww