Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
13 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
7 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
7 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Home  /  Berita  /  Nasional

Mendagri Dorong Penerapan Smart City

Mendagri Dorong Penerapan Smart City
Mendagri Muhammad Tito dalam acara Integrated Technology Event 2021 (Integrated Smart Infrastructure Development for Smart Cities) di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, 1 Desember 2021. (foto: ist.)
Rabu, 01 Desember 2021 17:20 WIB
SURABAYA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito mendorong penerapan Smart City atau kota cerdas untuk menciptakan pemerintahan yang efisien. Hal itu disampaikan Tito dalam acara Integrated Technology Event 2021 (Integrated Smart Infrastructure Development for Smart Cities) di Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/12/2021).

"Smart City ini betul-betul efektif untuk pemerintahan efisien juga untuk rakyat karena mempermudah semua urusan; sosial, ekonomi, politik, budaya dan lain-lain," kata Mendagri dikutip GoNEWS.co, Rabu (1/12/2021).

Tito menyatakan, Smart City merupakan konsep untuk memudahkan masyarakat dalam berbagai urusan, seiring kemajuan teknologi informasi dan komunikasi atau ICT.

Tito berharap, konsep Smart City tak hanya dimaknai sebatas proyek penyediaan infrastruktur berbasis IT. Lebih dari itu, diperlukan juga perubahan budaya kerja bagi aparatur pemerintah. Yang tak kalah penting, Smart City juga mesti dapat menggabungkan konsep pemerintahan berbasis IT dengan Green City.

"Kita tidak bisa menghindari dari itu, (jika) menghindar kita akan telat, di iklim yang kompetitif saat ini, ketertinggalan akan membuat ditinggalkan oleh publik," kata Tito.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww