Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kisah Sukses Mantan Petinju Profesional di Tengah Pandemi Covid-19

Hendra Julio, Berpenghasilan 15 Juta Perbulan dan Punya Restoran

Hendra Julio, Berpenghasilan 15 Juta Perbulan dan Punya Restoran
Hendra Julio saat melatih Arya Valiantoro. (Dok. Pribadi)
Selasa, 14 Desember 2021 01:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Nama Hendra Julio cukup dikenal di kalangan petinju profesional. Dia memang belum pernah menyandang gelar juara nasional tetapi dia pernah menjadikan  anaknya, Ahmad Lahizab menyandang gelar juara nasional kelas bulu tahun 2018. Setelah menggantung sarung tinju pada tahun 2002, Hendra Julio yang beralih profesi sebagai pelatih tetap eksis menjalani kehidupannya.

Secara kebetulan wartawan Gonews.co Group bertemu Hendra Julion di Jakarta Open Kickboxing Amateur Tournament  yang digelar di Proximo Sport Arena yang terletak di Jalan Batu 1 Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (13/12/2021). Ternyata, dia membawa anak asuhannya, Arya Valiantoro tampil di ajang event yang dikuti 127 atlet dari 18 Provinsi itu. Hasilnya pun tak mengecewakan. Pelajar kelas 3 SMA Al-Azhar Pamulang ini merebut medali perunggu setelah kalah melawan Enrile Johan B di partai semifinal kelas 90kg.

"Medali perunggu sudah merupakan prestasi bagus bagi Arya. Karena, dia baru tampil perdana di event kickboxing. Nyalinya besar meski menghadapi atlet kickboxing senior. Bahkan, dia sempat membuat lawan terus menghindar dari pertarungan jarak pendek setelah merasakan pukulan kerasnya. Karena kurang pengalaman bertanding jadi dia masih kesulitan mengatasi lawan yang hanya mengandalkan tendangan," jelasnya. 

Arya, kata Hendra Julio, baru nenjalani latihan kickboxing khusus selama 3 bulan di kediamannya di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Arya sukses menurunkan berat badannya dari 107 kg menjadi 90kg setelah menjalani program latihan yang diberikan Hendra Julio.

"Tadinya, Arya punya berat badan 107jg. Setelah menjalani program latihan beladiri kickboxing berat badannya turun menjadi 80kg. Target saya berat badannya menjadi 80kg tiga bulan ke depan sehingga gerakannya semakin lincah saat bertanding," ujarnya lagi. 

Arya usai bertanding di Jakarta Open Kickboxing Ameteur Tournament 2021.

Karena kesuksesan menurunkan berat badan Arya, Hendra Julio mendapat bayaran Rp8 juta sebulan untuk 8 kali latihan dari orang tuanya Arya. Selain melatih Arya, Hendra Julio juga melatih privat kickboxing kepada tiga orang lainnya dalam rangka menjaga kesehatan dan beladiri.

"Alhandulilah total penghasilan saya bisa mencapai Rp15 juta per bulan dari melatih kickboxing di tengah pandemi Covid-19. Makanya, saya tidak mau menambah lagi jumlah orang yang dilatih. Cukup Arya dan tiga orang saja. Kalau banyak nanti tidak tertangani dan takutnya mengecewakan," ungkapnya. 

Ketika ditanyakan kok bisa melatih kickboxing padahal petinju profesional?, Julio menjawab, "Saya itu dulunya bukan hanya berlatih tinju saja tetapi juga berlatih kungfu dari tokoh kungfu pak Surya dan Anwir yang pernah tampil dalam kejuaraan dunia kungfu di Amerika Serikat. Banyak manfaat dari latihan kungfu terutama menjaga pernafasan. Dan, saya dulu juga pernah tampil di kejuaraan kickboxing. Makanya, saya bisa melatih kickboxing dan muay thai yang gerakannya sangat mirip," ungkapnya.

"Dulu, saya sempat khawatir punya profesi sebagai petinju profesional karena masa depan akan suram setelah tidak lagi bertinju. Tetapi, kekhawatiran itu sudah terjawab sekaang. Makanya, saya tidak pernah menyesal menekuni olahraga tinju dan beladiri lainnya karena semua yang saya tekuni telah berbuah manis sekarang," tambahnya.

Selain melatih tinju, kick boxing dan Muay Thai, Hendra Julio juga bisnis restoran menyajikan masakan padang dengan nama Sedekah Konsi yang terletak di depan Kantor Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Uniknya, restoran ini mematok harga Rp12 ribu setiap bungkus nasi plus lauk dan sayur dan khusus hari Jumat dijual seharga Rp10 ribu.

"Setiap hari keuntungan restoran yang dikelola anak saya dan menantu itu punya pendapatan cukup lumayan dan bisa menambah penghasilan serta menggaji karyawannya. Khusus setiap hari Jumat itu, saya dan istri terpaksa turun membantu karena pesanan makanan bungkusan bisa mencapai 300 bungkus. Makanya, restorannya bernama Sedekah Konsi," jelasnya. 

"Saya itu belajar bisnis restoran masakan padang dari pak Anwir yang juga memiliki 3 restoran di Cibitung dan Cibarusa, Jawa Barat. Dan, saya itu paham dengan semua bumbu masakan padang karena setiap hari belanja kebutuhan. Begitu anak saya pintar memasaknya. Kami semua belajar dari pak Anwir," tambahnya.  ***

wwwwww