Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
9 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
9 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021-2022

Javier Roca Bicara Soal Tanggung Jawab Pemain

Javier Roca Bicara Soal Tanggung Jawab Pemain
Javier Roca . (Dok. ligaindonesiabaru)
Jum'at, 17 Desember 2021 12:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Pelatih Persik Kediri, Javier Roca mengungkapkan setiap kesalahan yang dilakukan di pertandingan akan berujung pada kegagalan meraih hasil maksimal. Makanya, ia menekankan pemain harus memiliki rasa tanggung jawab sebagai tim.

Hal itu merupakan kesalahan satu tim bukan satu individu pemain saja yang dirasa melakukan kesalahan.

Menurutnya sangat penting untuk bermain sebagai sebuah tim yang kompak dan solid. Ia memberi contoh pada saat melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu dimana lawan bisa mencetak gol karena Faris Aditama dkk gagal melakukan clearance dengan baik.

Sehingga situasi tersebut mampu dimanfaatkan lawan untuk mencuri gol dan hingga pertandingan berakhir, para pemain Persik Kediri gagal mencetak gol balasan sehingga membuat tren positif mereka di dua laga sebelumnya menjadi terputus.

Berkaca pada masalah itu, ia menyebut hal tersebut sebagai kesalahan tim. Karena ada rentetan kejadian sebelumnya yang berujung pada kegagalan menyapu bola di area pertahanan sendiri.

Untuk itu meminta anak asuhnya untuk menjaga konsentrasi dan juga kekompakan tim menghadapi putaran kedua Liga 1 2021/2022.

“Kalau kita bikin gol selalu 11 pemain juga kalau kita kebobolan gol selalu 11 pemain. Satu kesalahan pemain semua komponen tim bikin kesalahan. Bukan hanya tanggung jawab dari satu pemain atau satu orang saja,” ungkap pelatih berusia 48 tahun.

“Karena gol memang berasal dari kita buang bola pertama. Setelah itu kurang pressing sehingga ada area yang kosong. Jadi itu bukan satu aksi pemain saja tapi kerja sama kita semua,” tandasnya. ***

wwwwww