Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

DPP Pengajian Al-hidayah Sampaikan Selamat Kepada PBNU

DPP Pengajian Al-hidayah Sampaikan Selamat Kepada PBNU
Ketum Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian. (foto: ist.)
Sabtu, 25 Desember 2021 12:15 WIB
DEPOK - Gelaran Muktamar NU telah sukses dilaksanakan di Provinsi Lampung tanggal 23-24 Desember 2021 dengan menghasilkan beberapa keputusan penting dan peralihan estafet kepemimpinan kepada KH Yahya Cholil Staquf yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026.

Siaran DPP Pengajian Al-Hidayah yang diterima GoNEWS.co di Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/12/2021) menyebut, pada 10-12 Desember 2021 pengajian ini juga telah menyelenggarakan Muktamar VIII Pengajian Al-Hidayah yang menetapkan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP., sebagai Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah hingga 2025.

NU (Nahdatul Ulama) adalah sebuah organisasi yang didirikan atau dipelopori oleh para ulama pada tanggal 31 Januari 1926/ 26 Rajab 1344 H di Surabaya. Sebagai salah satu organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan, NU telah banyak berperan serta dalam bidang pendidikan. Bahkan sejak kelahirannya pada tahun 1926 organisasi NU sangat memperhatikan pendidikan terutama keberadaan Pondok Pesantren. Dalam Anggaran Dasarnya (1927) maupun dalam Statutent Nahdlatoel Oelama (1927) dinyatakan bahwa bidang garapan NU untuk upaya mencerdaskan sumber daya manusia dengan membantu pembangunan Pondok Pesantren.

Paling tidak ada tiga alasan besar yang melatar belakangi lahirnya Nahdlatul Ulama 31 Januari 1926, yaitu: motif agama, motif mempertahankan paham Ahlu al-Sunnah wa 'l-Jama'ah, dan motif nasionalisme. Nahdlatul Ulama sejak kelahirannya merupakan suatu wadah perjuangan untuk menentang dan melawan segala bentuk dari penjajahan dan merebut kemerdekaan negara Republik Indonesia dari penjajah Belanda dan Jepang, sekaligus aktif melakukan dakwah-dakwahnya untuk senantiasa menjaga persatuan negara Republik Indonesia dalam wadah NKRI.

Setelah NU resmi berdiri pada tahun 1926, telah banyak madrasah-madrasah yang berdiri disamping pondok pesantren yang telah lama ada dan mengakar di Indonesia. Melihat kenyataan yang ada pada saat itu, maka Muktamar II tahun 1927 membicarakan masalah perbaikan metode pengajaran di pondok pesantren dan madrasah-madrasah. Selanjutnya pada Muktamar III tahun 1928 di Surabaya dibicarakan pengembangan dan perluasan pondok pesantren dan madrasah. Dan pada Muktamar NU ke 34 tahun 2021 ini dibicarakan tentang berbagai persoalan mengenai kemandirian ekonomi dan optimalisasi khidmah (pelayanan) untuk kemaslahatan umat.

Adapun Pengajian Al Hidayah yang lahir pada tanggal 5 Oktober 1979 adalah organisasi kemasyarakatan yang memiliki tingkat kepengurusan dari pusat hingga daerah. Pengajian Al Hidayah yang telah mempunyai cabang di 33 Provinsi dan 413 kabupaten/kota serta majelis taklim hingga ke tingkat desa, memiliki masjid, koperasi, panti asuhan, taman kanak-kanak, RA, TPQ, PAUD, SD, SMP, dan SMA yang tersebar diberbagai cabang di seluruh Indonesia adalah salah satu bukti partisipasi aktif Pengajian Al-Hidayah dalam upaya meningkatkan partisipasi perempuan di berbagai bidang, khususnya bidang dakwah dan pendidikan.

Pengajian Al-Hidayah telah berjejaring dengan berbagai organisasi federasi perempuan, saat ini Pengajian Al-Hidayah terdaftar sebagai organisasi anggota pada MUI, KOWANI dan BMOIWI.

Pengajian Al-Hidayah mengharapkan perempuan Indonesia muncul sebagai sosok yang berpendidikan, berkualitas, bermoral dan akhlak yang tinggi dan mulia. Perempuan merupakan suatu cerminan didalam sebuah negara, ia merupakan suatu tonggak yang sangat kokoh. Rasulullah SAW mendudukkan perempuan ke tingkat yang mulia sehingga diharapkan karyanya mensejahterakan bangsa dan negara: "Perempuan adalah tiang negara. Apabila baik, maka baiklah negara, apabila buruk maka hancurlah negara".

Mengingat kesamaan fokus pada masalah keummatan dan kebangsaan yang diusung oleh NU dan Pengajian Al-Hidayah serta kompleksnya permasalahan yang dihadapi ummat, khususnya perempuan Indonesia, maka Pengajian Al-Hidayah siap bersinergi dengan Nahdlatul Ulama dalam mengambil peran meningkatkan kualitas hidup perempuan di berbagai bidang, khususnya dalam bidang Dakwah dan Pendidikan yang sama-sama menjadi konsern Nahdlatul Ulama dan Pengajian Al-Hidayah. Sinergi antara PB NU dan DPP Pengajian Al Hidayah diharapkan dapat menjadi sarana untuk menghasilkan keputusan yang menjadi arah organisasi lima tahun mendatang dalam berkiprah untuk kepentingan ummat, bangsa, dan negara, untuk pencerahan peradaban bangsa serta mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan partisipasi perempuan dan umat di berbagai bidang.

Ketua Umum DPP Pengajian Al Hidayah Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP., mengucapkan Selamat Atas terpilihnya KH Yahya Cholil Staquf yang terpilih menjadi Ketua Umum PBNU dan KH Miftachul Akhyar terpilih menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmat 2021-2026, Semoga PB NU dan DPP Pengajian Al-Hidayah dapat bersinergi mewujudkan generasi mendatang yang Akhlakul Karimah sekaligus memiliki kompetensi global.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:Nasional, Jawa Barat
wwwwww