Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
22 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
22 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
22 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Nasional

Lemhannas Usul Polri Dikoordinasikan oleh Satu Kementerian, Bagaimana Bentuknya?

Lemhannas Usul Polri Dikoordinasikan oleh Satu Kementerian, Bagaimana Bentuknya?
Gubernur Lemhannas Letjen Agus Widjojo dalam suatu kesempatan. (foto: ist. via republika)
Jum'at, 31 Desember 2021 15:03 WIB
JAKARTA - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Letjen Agus Widjojo mengusulkan agar Polisi Republik Indonesia (Polri) berada di bawah koordinasi satu kementerian. Hal tersebut disampaikan Agus kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Melansir republika.co.id, usulan tersebut berdasarkan hasil kajian internal Lemhannas. Bentuknya bisa dengan Dewan Keamanan Nasional dan Kementerian Keamanan Dalam Negeri.

Masalah keamanan memang masuk dalam portofolio Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, jika memang tugas dan beban Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah banyak maka perlu dibentuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri.

"Kementerian Keamanan Dalam Negeri nantinya akan menaungi Kepolisian Republik Indonesia (Polri)," kutipan lansiran yang dibaca GoNEWS.co di Depok, Jawa Barat, Jumat.

"Untuk mewujudkan kemaanan dan ketertiban perlu ada penegakan hukum, itu Polri. Seyogianya diletakkan di bawah salah satu kementerian, dan Polri seperti TNI, sebuah lembaga operaisonal. Operasional harus dirumuskan di tingkat menteri oleh lembaga bersifat poltis, dari situ perumusan kebijakan dibuat, pertahanan oleh TNI, dan keamanan ketertiban oleh Polri," sambung Agus.

Ilustrasi model koordinasi ini seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Untuk diketahui, dalam peraturan presiden (Perpres) yang diteken Jokowi pada 18 Oktober 2019, kebijakan dan strategi pertahanan serta dukungan administrasi TNI di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan. Sementara dalam pengerahan dan penggunaan kekuatan militer, TNI berkedudukan di bawah Presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww