Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Hasil Survei PSI, Airlangga Hartarto Miliki Elektabilitas Tertinggi, Menyusul Prabowo dan Ganjar

Hasil Survei PSI, Airlangga Hartarto Miliki Elektabilitas Tertinggi, Menyusul Prabowo dan Ganjar
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
Minggu, 02 Januari 2022 19:26 WIB
JAKARTA - Berdasarkan hasil survey Panel Survei Indonesia (PSI) 14-29 Desember 2021, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan calon lainnnya pasca presiden Joko Widodo.

''Jika Pilpres digelar hari ini, dengan didasarkan pada tiga aspek kepemimpinan pasca presiden Joko Widodo, yaitu aspek ekonomi, pemerintahan yangg bersih dan stabilitas politik dan keamanan, maka Airlangga Hartarto sebagai tokoh yang diingin dan dipilih dengan tingkat elektabilitas 18,3 persen, di posisi kedua Prabowo Subianto 16,2 persen, Ganjar Pranowo 14,4 persen,'' ujar Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia ( PSI), Andri Gunawan SE melalui siaran persnya yang diterima GoNews.co, Minggu (2/1/2022).

Selanjutnya ada nama Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) 5,9 persen, Sri Mulyani 5,4 persen Anies Baswedan 3,3 persen, Muhaimin Iskandar 3,2 persen, Puan Maharani 3,2 persen, Muldoko 3,1 persen, Sandiaga Uno 3,1 persen, Harry Tanoesudibjo 2,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 2,3 persen, Ridwan Kamil 1,9 persen, Khofifah Indarparawangsa 1,9 persen, Erick Thohir 1,7 persen dan yang belum memilih 13,7 persen.

Survei ini dilakukan 14-29 Desember 2021. Jumlah total sampel sebanyak 1.820 orang responden tersebar di 34 Provinsi. Sampel ditarik dengan metode multistage random sampling. Survei tersebut mengandung tingkat toleransi kesalahan plus minus 2,3 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei bertema "Kriteria kepemimpinan nasional 2024-2029 yang diinginkan masyarakat, seperti apa?" itu, juga menilai kinerja Presiden Joko Widodo. Hasilnya, Nah ini dia hasilnya 72,6 persen publik menilai puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.

Sedangkan yang menilai tidak puas hanya sebanyak 24,1 persen dengan 3,3 persennya tidak menjawab atau tidak tahu.

Sedangkan mengenai kriteria kepemimpinan 2024 yang diinginkan masyarakat. Dari Hasil survei jajak pendapat keinginan masyarakat dalam kepemimpinan 2024 adalah kepemimpinan yang kuat di tiga aspek, antara lain aspek ekonomi, pemerintahan yang bersih dan pemerintah yang mengutamakan stabilitas politik, keamanan nasional.

Survei menunjukkan 89,9% masyarakat menginginkan kemajuan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi, 84,2% menginginkan pemerintahan yang bersih dan 70,3% masyarakat menginginkan pemerintah yang mampu menjaga stabilitas politik & keamanan nasional

Sedangkan pemerintah yang kuat menurut masyarakat yang jika Presiden di dukung oleh mayoritas DPR sebanyak 82,9 persen, didukung pelaku bisnis/dunia usaha baik dalam dan luar negeri 88,6 persen, serta yang menyatakan mampu mengendalikan aparat hukum dan keamanan sebanyak 90,7 persen

Pada temuan survei juga menunjukkan preferensi masyarakat pada partai politik dengan elektabilitas PDIP mencapai 12,7 persen, sedangkan posisi kedua, dengan ditempati Golkar dengan elektabilitas 12,4 persen, posisi ketiga Gerindra 11,9 persen. Posisi berikutnya ditempati Demokrat , dengan elektabilitas 8,9 persen dimana Demokrat menjadi parpol diluar pemerintahan yang memiliki peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan dibandingkan hasil pemilu 2019.

Lalu ada partai PKB yang memimpin elektabilitas papan tengah sebesar 7,1 persen.disusul Nasdem yang meraih elektabilitas 6,8 persen,kemudian partai-partai Islam lainya , yaitu PKS 6,1 persen,PAN 3,3 persen, dan PPP 2,6 persen

Sisanya adalah partai-partai baru yang diprediksi tidak bakal lolos ke Senayan, yaitu PSI meraih elektabilitas 1,3 persen, sedangkan Perindo dengan elektabilitas 1,3 persen. Hanura (1,1 persen), PBB (0,9 persen), PKPI (0,8 persen), Berkarya (0,8 persen), dan Garuda (0,8 persen).kemudian partai partai politik yang baru terbentuk yang sedang membentuk kepengurusan untuk ikut serta dalam pemilu 2024 hanya partai Prima menjadi preferensi publik dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen, disusul Partai Gelora 0,7 persen, Partai UMAT 0,2 persen dan sisa yang belum memilih sebanyak 18,9 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww