Hetifah Dukung Pelaksanaan PTM dengan Tetap Waspada Omicron
![]() |
| Ilustrasi pembelajaran tatap muka. (foto: dok. ist./kompas) |
"Kita sudah hampir memasuki 2 tahun belajar di rumah dan dampak learning loss-nya luar biasa bagi anak. Kemampuan literasi anak SD kelas 1 Indonesia tertinggal 6 bulan dan numerasi setara tertinggal 5 bulan belajar. Suka tidak suka, PTM adalah satu-satunya jalan," kata Hetifah dikutip GoNEWS.co di Depok, Jawa Barat.
Hetifah memandang, PTM yang dilaksanakan sejauh ini sudah relatif aman. Kemendikbudristek telah menelurkan berbagai peraturan terkait PTM dalam SKB 4 Menteri, termasuk di dalamnya persyaratan kelengkapan vaksinasi dan protokol kesehatan. Contohnya di Jakarta, tingkat vaksinasi masyarakat umum diatas 120% dan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) diatas 80%. "Tentu ini mendukung keamanan kegiatan PTM 100% di Jakarta," ujar politisi Golkar tersebut.
Meski begitu, kata Hetifah, saat ini Omicron sudah mulai merebak di Indonesia. "Oleh karena itu, walau kita optimis PTM akan berjalan lancar, protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan tegas."
"Guru harus menjadi contoh yang baik bagi murid dan memastikan protokol kesehatan di sekolah, orang tua harus menyiapkan kelengkapan penunjang protokol kesehatan anak, murid juga harus patuh aturan," tambahnya.***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | Umum, Kriminal, DKI Jakarta |













