Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pendukung Loyal Bisa Hengkang Jika Prabowo Tidak Dukung Ferry Juliantono Gugat PT 0 Persen

Pendukung Loyal Bisa Hengkang Jika Prabowo Tidak Dukung Ferry Juliantono Gugat PT 0 Persen
Ilustrasi Prabowo saat kampanye Pilpres 2019. (foto; Istimewa)
Sabtu, 08 Januari 2022 21:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semestinya mendukung Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono yang bersama kuasa Hukum Refly Harun menggugat Presidential Threshold (PT) 0 persen ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jika itu dilakukan Prabowo, maka basis pendukung setianya saat Pilpres 2019 lalu diyakini akan kembali mendukungnya untuk Pilpres 2024 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, Sabtu (8/1). "Prabowo semestinya mendukung PT 0 persen, terlebih kadernya sendiri yang mengajukan (Ferry Juliantono). Jika Prabowo justru melawan kader, bisa semakin berkurang loyalis Prabowo," kata Dedi Kurnia.

Pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengurai bahwa dukungan terbesar Menteri Pertahanan itu justru bersumber dari kalangan oposisi. Sehingga, akan sulit jika Prabowo tidak mendukung penghapusan PT 0 persen yang kini tengah digugat di MK. "Meskipun hitungan politik elitenya, Prabowo berpeluang besar berkoalisi dengan parpol sesama pendukung 20 persen," katanya.

Atas dasar itu, apabila Gerindra tidak simpatik dengan gugatan PT 0 persen, maka Gerindra mungkin saja bisa tetap bertahan dominan di 2024, tetapi tidak dengan dominasi pilpres. "Sulit untuk menang," pungkasnya.***

wwwwww