Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gegara Covid-19, Erick Thohir Ungkap Turis Asing Jeblok 75 Persen

Gegara Covid-19, Erick Thohir Ungkap Turis Asing Jeblok 75 Persen
Menteri BUMN Erick Thohir. (foto: Istimewa)
Jum'at, 14 Januari 2022 00:18 WIB

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan kunjungan turis asing yang datang ke Indonesia jeblok hingga 75 persen. Kini, jumlah kunjungan turis mancanegara hanya berkisar 4 juta.

"Wisatawan internasional 2019 kurang lebih 16 juta, tapi saat covid-19 turun 75 persen," ungkap Erick dalam peluncuran Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung, Kamis (13/1).

Penurunan itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kunjungan wisatawan lokal yang hanya turun 30 persen. Berdasarkan data Erick, jumlah kunjungan turis lokal sebanyak 330 juta.

Dengan fenomena ini, Erick berharap pembentukan Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung akan kembali menghidupkan sektor pariwisata usai dihantam pandemi. Pemerintah akan mulai dulu dengan mendorong kunjungan wisatawan lokal.

"Kami bentuk holding tidak lain karena kami ingin fokuskan bagaimana kesempatan untuk membangun dan menciptakan potensi pariwisata domestik," tutur Erick.

Ia mengatakan pemerintah telah mengintegrasikan seluruh perusahaan BUMN yang berkaitan dengan pariwisata dalam holding. Dengan demikian, mereka bisa terkonsolidasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri. "Ekosistem ini namanya mega ekosistem, kenapa? Karena bisa terintegrasi satu dengan yang lain," terang Erick.

Sebagai informasi, anggota Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero).

Sementara, induk holding sendiri dipegang oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero). Kementerian BUMN telah menunjuk Dony Oskaria sebagai Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia sejak holding terbentuk pada 2021 lalu.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww