Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022

Tekut Rekan Klub, Gerardo/Gibran Tembus Pelatnas

Tekut Rekan Klub, Gerardo/Gibran Tembus Pelatnas
Gerardo Rizqullah Hafidz/Muhammad Gibran Arfiansyah (Foto: PP PBSI)
Sabtu, 15 Januari 2022 20:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pasangan ganda putra dewasa asal DKI Jakarta, Gerardo Rizqullah Hafidz/Muhammad Gibran Arfiansyah sukses  merebut tiket ke Pelatnas Cipayung usai memenangi perang saudara.

Pada laga final Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2022 yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/1), Gerardo/Gibran berhasil menekuk teman satu klub di Jaya Raya, Alif Atallah Juan Setiawan/Muhammad Nendi Novatino.

Melalui pertarungan sengit dan ketat, Duo-G (Gerardo/Gibran), tampil lebih fokus dan tenang. Tak heran mereka akhirnya menjadi juara setelah mengatasi perlawanan Alif/Nendi lewat tiga gim, 17-21, 21-19, 21-17.

"Tadi kami menang karena lebih tenang dan fokus di poin-poin kritis. Kami tidak boleh melakukan kesalahan saja saat melawan teman seklub," aku Gerardo.

Sebaliknya, Alif mengakui bahwa di gim ketiga, fokus dan konsentrasinya sempat hilang. Tak pelak, bersama Nendi, dirinya menyerah kalah di final Seleknas.

"Kami tentu sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masibg. Kali ini lawan lebih tenang dan fokus sehingga bisa juara," aku Alif, putra dari pasangan mantan pemain pelatnas, Wahyu Agung dan Indarti Isoliana ini.

Soal perang saudara ini juga diakui oleh Gerardo. "Tidak mudah bertemu teman sendiri. Tadi kami lebih ngotot untuk bisa juara," aku Gerardo.

Gerardo dari awal memang sudah bertekad untuk bisa mengikuti jejak sang paman, Markis Kido. "Tiket masuk ke Pelatnas sudah saya rebut. Saya kini harus lebih bersemangat lagi agar prestasinya bisa mengikuti Markis Kido," harap Gerardo. ***

wwwwww