Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Dukung DBON, Program Indonesia Olympic Champion Diluncurkan

Dukung DBON, Program Indonesia Olympic Champion Diluncurkan
Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Kamis, 20 Januari 2022 21:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Program Juara Olimpiade Indonesia "Indonesia Olympic Champion" akan diluncurkan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dalam upaya mendukung Desain Besar OLahraga Nasional (DBON) yang menjadikan ajang Olimpiade sasaran utama olahraga Indonesia ke depan.

Program Indonesia Olympic Champion tersebut disampaikan Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari usai acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Arthotel Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (20/1/2022). Rapat yang menyusun program kerja 2022 serta merencanakan agenda pemusatan latihan nasional (pelatnas) ini digelar hingga Sabtu, 22 Januari 2022.

"Mempertahankan itu lebih sulit dari pada merebutnya. Program Indonesia Olympic Champion ini diluncurkan agar lebih banyak atlet Indonesia memiliki kualifikasi dan meraih medali di Olimpiade nanti. Kita akan fokus nomor-nomor andalan Olimpiade seperti bulutangkis, angkat besi, panahan dan panjat tebing," kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari.

Sebagai catatan, selama ini, hanya bulu tangkis dan angkat besi yang rutin memberikan medali untuk kontingen Tanah Air di Olimpiade. Dengan fakta ini pula, Indonesia sudah lama tak menjadi kontingen terbaik dari Asia Tenggara, terkait keikutsertaannya di Olimpiade.

Merah Putih sejatinya nyaris mendapatkan predikat tersebut pada Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung pada 23 Juli-8 Agustus 2021. Namun, torehan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, belum cukup membuat Indonesia mengungguli negara-negara Asia Tenggara yang lain.

Filipina lah yang akhirnya keluar sebagai negara Asia Tenggara terbaik di Olimpiade 2020 dengan raihan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. "Pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Indonesia hanya jadi negara terbaik kedua di Asia Tenggara, di bawah Filipina," katanya.

"Memang hanya berbeda satu perak (dari Filipina). Namun, (hasil) itu cukup berpengaruh (di posisi klasemen medali)," imbuhnya.

Okto menyatakan, Indonesia berpeluang untuk menambah satu lagi cabang olahraga (cabor) andalan medali di Olimpiade Paris 2024. Hal ini terkait dengan dipertandingkannya panjat tebing kategori speed pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan tersebut dimana Indonesia punya beberapa juara dunia seperti Veddriq Leonardo dan Aries Susanti Rahayu.

Selain itu, NOC Indonesia akan mengupayakan cabor lain demi menambah peluang medali dalam Olimpiade Paris 2024. ***

wwwwww