Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pengiriman Kontingen Ramping Tapi Produktif Medali

Pengiriman Kontingen Ramping Tapi Produktif Medali
Chandra Bhakti bersama Raja Sapta Oktohari (Foto:Gonews.co Group)
Kamis, 20 Januari 2022 21:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Kontingen Indonesia cukup padat mengikuti agenda multi event pada tahun 2022. Mulai dari SEA Games Hanoi, Viernam, 12-23 Mei 2022, Islamic Solidarity Games (ISG) Turki, 9-18 Agustus 2022, Asian Games Hangzhou, Zhajiang, China 10-25 September 2022 hingga Asian Youth Games Shantou, China, 20-28 Desember 2022.

Mengingat SEA Games dan Asian Games sudah ditetapkan sebagai sasaran antara oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan lahirnya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bhakti, Kontingen Indonesia yang harus diberangkatkan ramping tetapi produktif dalam meraih medali.

"SEA Games dan Asian Games jadi sasaran antara. Jadi, Kemenpora ingin Kontingen Indonesia yang dikirim harus ramping tetapi produktif medali. Sasaran kita ke depan Olimpiade sesuai DBON," kata Chandra Bhakti usai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) di Hotel Arthotel Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Khusus menghadapi SEA Games Hanoi 2022, Chandra Bhakti berharap seluruh induk-induk organisasi sudah menjalankan program pemusatan latihan atlet nasional (pelatnas) pada Februari mendatang.

"Tidak semua atlet yang menjalani pelatnas diberangkatkan ke SEA Games tetapi ada tim Review yang beranggotakan NOC Indonesia, pakar olahraga dan KONI Pusat akan menentukannya," jelasnya.

Berbicara masalah DBON yang menjadi penguat pondasi pembinaan olahraga, kata Chandra, pihak Kemenpora tidak bisa berjalan sendiri. Harus dibantu NOC Indonesia, induk-induk organisasi (PB/PP) dan KONI Pusat.

Keterlibatan NOC Indonesia, jelas Chandra, sangat penting baik untuk try out maupun penyelenggaraan event-event internasional di dalam negeri. "Kita tidak mau lagi terjadi adanya atlet yang tidak bisa tampil di babak kualifikasi Olimpiade karena masalah administrasi. Harus ada rekomendasi dari NOC Indonesia," ujarnya.

Secara khusus Chandra Bhakti juga menyampaikan apresiasi kinerja Okto sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA) yang sukses membebaskan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dari sanksi WADA sehingga bendera Merah Putih kembali berkibar mulai Februari mendatang. "Kemenpora memberikan apresiasi khusus kepada pak Okto yang sukses mengusahakan bendera Merah Putih bisa berkibar kembali," katanya. ***

wwwwww