Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Yenny Wahid Minta Atlet dan Ofisial Asing Gunakan Sistem Bubble

Yenny Wahid Minta Atlet dan Ofisial Asing Gunakan Sistem Bubble
Yenny Wahid bersama Raja Sapta Oktohari.
Kamis, 20 Januari 2022 22:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI), Yenny Wahid ingin mensukseskan pelaksanaan Kejuaran Dunia Panjat Tebing pada Oktober 2022. Makanya, dia meminta pemerintah memberikan kelonggaran kepada atlet dan offisial asing yang ingin berlaga di kejuaraan tersebut.

Pelonggaran yang dimaksud Yenny yakni diberlakukannya sistem bubble sehingga para atlet bisa tetap menjalani latihan dan tetap terlindung karena menggunakan mekanisme tersebut. Apalagi, sistem bubble sendiri pernah diterapkan pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 dan Turnamen Sepakbola Piala AFF 2020 di Singapura.

“Kalau bisa mereka tidak usah karantina tapi ada sistem bubble. Mereka tidak boleh keluar dari hotel dan hanya ke tempat pertandingan saja. Jadi, betul-betul terproteksi,” kata Yenny saat ditemui pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Artotel Jakarta, Kamis (20/1/2022).

“Kalau atlet tidak latihan kan pasti menurun dan biasanya kalau atlet asing datang ke kita mereka akan tanya tuan rumah karantina juga dong. Karena, kalau tidak pasti tuan rumah punya keuntungan karena atletnya bisa berlatih selama karantina,” sambungnya.

Kejuaraan dunia panjat tebing di Indonesia sejatinya dijadwalkan dihelat pada tahun lalu. Akan, karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia tengah meningkat, kejuaraan dunia panjat tebing pun dimundurkan dan kembali dijadwalkan bergulir pada Oktober 2022.

Terkait kebijakan karantina untuk atlet, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari mengatakan Kemenpora telah bersurat kepada Pak Presiden. Nantinya persoalan tersebut bakal dibahas dalam rapat terbatas sebelum akhirnya diputuskan karantina seperti apa yang tepat bagi atlet-atlet yang berlaga di Indonesia.

“Inisisatifnya sudah kami kirim tanggal 12 Januari kemarin ke Kemenpora dan kemarin Menpora sudah rapat dengan lintas kementerian/Lembaga seperti Kemenkes, BPNB, Satgas Covid-19, mereka pun sepakat bahwa para atlet harus latihan, latihan kan tidak mungkin di dalam kamar jadi nanti pakai sistem bubble atau seperti apa aturannya,” jelas Okto.

“Dari pihak yang tadi dibentuk, sudah merumuskan dan rumusannya sudah kembali ke Kemenpora, nanti akan diputuskan di ratas,” pungkasnya. ***

wwwwww