DPR Terapkan Standar Ketat Antisipasi Lonjakan Covid-19
![]() |
| Sekjen DPR RI Indra Iskandar saat diwawancara awak media di Gedung DPR RI, Jakarta. (foto: dok. ist./dpr) |
"Kami berupaya melakukan tracing di lingkungan Setjen DPR dan DPR beserta AKD. Semua (tempat), kami lakukan tracing per hari ini hingga tujuh hari kedepan. Kami mendorong untuk melakukan vaksin bagi yang belum vaksin. Kami pun menerapkan standar ketat pelaksanaan rapat," jelas Indra dikutip GoNEWS.co dari siaran resmi parlemen, Jumat (4/2/2022)
Berita Terkait: Ratusan Orang di DPR Positif Covid-19
Berita Terkait: Hari Ini, Sekjen DPR Antarkan Draf UU Ibu Kota Negara ke Setneg
Indra mengakui beberapa AKD belum memutuskan melakukan lockdown. Hal ini terjadi akibat di dalam AKD masih terdapat pembahasan rancangan undang-undang yang sangat intens. Walaupun begitu, ia menekankan setiap kegiatan dilaksanakan dengan sangat hati-hati karena menyangkut target kerja dewan.
Selain menerapkan protokol kesehatan dan sistem work from home (WFH), ia menjelaskan sebanyak 142 pegawai yang dinyatakan positif terpapar Covid-19 telah menjalani karantina mandiri karena bergejala ringan. "Semua yang positif tetap kami monitor, apakah gejala omicron atau Covid," terangnya.
Berita Terkait: Sidang Tesis, Indra Iskandar Bicara Peran Medsos dalam Jembatani Krisis Komunikasi
Berita Terkait: BURT DPR: Support System dari Kesetjenan Era Indra Iskandar Lebih Baik
Lebih lanjut, guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Indra menantikan hasil kesepakatan masing-masing fraksi pada Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Kesimpulan pada rapat tersebut akan menentukan tata laksana aturan penyelenggaraan kegiatan di lingkungan DPR RI.***













