Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
5
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
20 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
6
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PKB Sebut Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Tidak dengan Cara Represif

PKB Sebut Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Tapi Tidak dengan Cara Represif
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 12 Februari 2022 12:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) selama masa pemerintahannya dikenal dengan pembangunan infrastruktur yang amat berguna untuk masyarakat. Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding.

Namun ia menekankan, selama pembangunan infrastruktur tersebut, sosok Jokowi tidak pernah melakukan tindakan represif dalam menghadapi warga yang terdampak proyek infrastruktur atau proyek strategis nasional. Hal tersebut ia sampaikan terkait kericuhan yang sempat terjadi antara massa warga dengan aparat kepolisian di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah pada 8 Februari 2022 silam.

"Saya mau merespons apa yang terjadi di Desa Wadas beberapa hari lalu. Menurut saya kepolisian harus mampu menjabarkan dan menerjemahkan dengan cerdas setiap perintah Presiden Jokowi terutama dalam mengawal pembangunan infrastruktur," ujar Karding, Sabtu (12/2/2022).

Ia menyebutkan dalam mengawal setiap proyek strategis nasional, polisi harus bersikap humanis. Tentunya sikap tersebut juga berlaku di kasus Wadas. "Karena yang saya tahu, Presiden Jokowi sangat gencar mendorong pembangunan infrastruktur namun beliau bukan sosok yang suka dengan pendekatan kekerasan dan represif," tegas Karding.

Lebih lanjut ia menyebutkan salah satu acuannya adalah Presiden Jokowi pernah mengkritik kepolisian yang terlalu over reaktif dalam merespons kritik masyarakat kepadanya seperti dalam kasus Mural maupun demonstrasi saat ia melakukan kunjungan kerja ke masyarakat.

"Aparat kepolisian perlu menyadari pentingnya pendekatan humanis dan profesional di lapangan. Ini penting untuk dalam upaya memperbaiki citra dan kepercayaan masyarakat. Sehingga, apapun alasan dan dinamika lapangan, polisi perlu menahan diri dan melakukan pendekatan yang humanis sesuai protap yang ada," kata Karding.

Lebih lanjut ia mengungkapkan Bendungan Bener adalah proyek strategis yang memberi manfaat terhadap masyarakat di bidang irigasi pertanian maupun pembangkit listrik tenaga air. Hal ini kata Karding perlu disadari masyarakat sekitar area proyek strategis nasional tersebut.

"Data yang saya dapat, mulai dari suplai air untuk lahan sawah beririgasi untuk 13.589 Ha daerah irigasi eksisting dan 1.110 Ha daerah irigasi baru," lanjut Karding.

Bendungan Benar juga bisa menjadi sumber pemenuhan air baku untuk masyarakat sekitar 1.500 liter/detik. Selain itu bendungan ini bisa mengurangi potensi banjir untuk Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kulonprogo.***

wwwwww