Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Tangerang Hawks Hadapi Banyak Tantangan

Tangerang Hawks Hadapi Banyak Tantangan
Efri Meldi (Foto: iblindonesia)
Kamis, 24 Februari 2022 13:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TANGERANG - Kontestan baru di Indonesia Basketball League (IBL) 2022 menghadapi banyak tantangan. Tidak terkecuali Tangerang Hawks Basketball, yang baru menapaki liga profesional tahun ini. Banyak aspek yang perlu diperbaiki, salah satunya pertahanan. Meski sudah memenangkan dua dari enam pertandingan, tapi catatan statistik mereka kurang bagus.

Sebagai kontestan baru, Hawks menghadapi tantangan berat. Mulai dari membangun chemistry antar pemain, membangun mental bertanding, hingga menyamakan visi bermain. Belum lagi soal implementasi strategi di lapangan. Jadi tak cukup hanya waktu tiga bulan persiapan untuk membuat segalanya selaras.

Dari sisi roster, Hawks memang memadukan senior dan junior yang cukup bagus. Ada Rizky Effendy, M. Dhiya'ul Haq, Ardian Ariadi, Danny Ray, Winston Swenjaya, dan Raylly Pratama. Mereka adalah pemain-pemain yang pernah tampil di liga. Sementara sebagai arsitek, manajamene menunjuk head coach Efri Meldi, yang selama ini dikenal sebagai pelatih Satya Wacana Salatiga.

Meski mengandalkan nama-nama yang sudah ternama, tapi tidak mudah menyamakan persepsi bermain. Mereka masih terbawa dengan klub lamanya. Sehingga coach Meldi perlu waktu untuk bisa membuat strategi berjalan lancar. Akibatnya, Hawks belum tampil maksimal sejauh ini. Meski setidaknya mereka sudah menang dua kali sebelum liga dihentikan karena pandemi covid-19.

Indikator sederhana yang bisa dipakai adalah rata-rata statistik. Hawks dalam 6 laga mencetak 57,7 PPG. Sementara untuk points per game of opponent, atau poin yang dicetak lawan mencapai 67,3 PPG. Jadi Hawks lebih banyak kemasukan bola. Lalu kalau dilihat dari field goals precentage khususnya untuk 2-points juga lebih kelihatan lagi. Hawks mencetak 39,6% untuk 2PTS%, sementara lawan bisa memasukkan poin dua angka dengan precentase sebesar 45,4%.

Dari sisi rebound, Hawks hanya mencetak 34,0 RPG yang menjadi catatan terendah kedua (rangking 15). Sementara dari penguasaan bola, Hawks melakukan 13,5 turnovers per game. Catatan-catatan tersebut yang harus jadi perhatian Hawks, bila mereka ingin meramaikan persaingan memperebutkan tempat di babak Playoffs ini. ***

wwwwww