Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Hyundai IONIQ 5, Mobil Listrik Pertama yang Dirakit Di Indonesia

Hyundai IONIQ 5, Mobil Listrik Pertama yang Dirakit Di Indonesia
Presiden Jokowi (keempat kiri) saat meluncurkan mobil Hyundai IONIQ 5 di Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 16 Maret 2022. (sumber: tangkapan layar video ist./bpmi setpres)
Rabu, 16 Maret 2022 17:38 WIB
BEKASI - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan mobil Hyundai IONIQ 5 produksi oleh PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Rabu (16/03/2022), di Bekasi, Jawa Barat. Ini adalah mobil listrik pertama yang dirakit di Indonesia.

"Mobil ini menjadi mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia, yang diproduksi untuk memenuhi pasar Indonesia maupun pasar ekspor," ujar Presiden sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari siaran resmi istana.

Ke depan, kata Presiden Jokowi, kendaraan listrik harus menjadi moda transportasi utama. "Termasuk menjadi tumpuan untuk transportasi ramah lingkungan yang dikembangkan juga nantinya di Ibu Kota Negara Nusantara," imbuhnya.

Berbekal alam yang kaya sumber daya mineral, Presiden menekankan bahwa Indonesia harus menjadi pemain penting dalam rantai pasok global di industri mobil listrik.

"Kita punya nikel, kita punya kobalt sebagai material penting untuk baterai litium, bauksit yang bisa diolah menjadi aluminium dan kemudian dapat dimanfaatkan untuk kerangka mobil listrik, serta tembaga yang dibutuhkan untuk baterai dan sistem kabel-kabel di mobil listrik," kata Presiden.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Jawa Barat
wwwwww