Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jokowi Bisa Dianggap Khianati PDIP Jika Pilih Ikuti Ambisi Luhut

Jokowi Bisa Dianggap Khianati PDIP Jika Pilih Ikuti Ambisi Luhut
Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (foto: Kompas)
Kamis, 17 Maret 2022 14:45 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo dianggap mengkhianati PDI Perjuangan jika tetap keukeuh mengikuti keinginan Luhut Binsar Pandjaitan untuk menunda Pemilu 2024 maupun memperpanjang masa jabatan presiden.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, sikap PDIP baik melalui Puan Maharani maupun tokoh PDIP lainnya sudah jelas dan tegas, menolak penundaan Pemilu 2024.

"Jika Jokowi tetap mbalelo maka tentu taruhannya adalah Jokowi sebagai kader partai. Bukan tidak mungkin Jokowi akan dipecat sebagai kader PDIP apabila justru mengikuti ambisi pihak-pihak yang menginginkan penundaan pemilu," ujar Saiful seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (17/3).

Menurut Saiful, jika Jokowi nekat melawan arahan partai maka situasi akan semakin menarik. Karena Jokowi dinilai berkhianat terhadap partainya.

"Sehingga pilihannya, kalau tidak dapat mengendalikan partai, maka tentu pindah haluan ke parpol lainnya. Namun saya kira terlalu berani dan berisiko kalau Jokowi harus memaksakan penundaan pemilu, karena di sekeliling Jokowi bahkan anak dan mantunya masih kader PDIP, meskipun di politik semua serbamungkin," jelas Saiful.

Bahkan menurut Saiful, sosok Jokowi juga bisa menjadi pendongkel PDIP pada Pemilu 2024 mendatang. "Bukan tidak mungkin pula justru Jokowi yang dapat mendongkel PDIP pada kesempatan Pemilu 2024 mendatang, jika keinginan dan aspirasinya tidak didukung oleh partai," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww