Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kemenpora

Warga Vs Sentul City, Komisi III Sepakat Bentuk Pansus Mafia Tanah

Warga Vs Sentul City, Komisi III Sepakat Bentuk Pansus Mafia Tanah
Ilustrasi mafia tanah. (gambar: ist. via industrycoid)
Kamis, 17 Maret 2022 19:42 WIB
BOGOR - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (17/3/2022) mengatakan, sebagai langkah konkret pihaknya usai mengunjungi Desa Bojong Koneng dan Desa Cijayanti, Kecematan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat maka Komisi yang membidangi hukum di Senayan ini akan menginisiasi pembentukan panitia khusus (pansus) mafia tanah.

"Dari sembilan fraksi yang hadir, hampir semua tadi yang berkesimpulan bahwa kami akan membentuk Pansus Mafia Tanah," kata Adies sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Pembentukan pansus tersebut, kata politisi senior Partai Golkar itu, akan dikomunikasikan dengan Komisi II. Pasalnya, permasalahan tanah merupakan bidang tugas Komisi II.

"Kita akan bekerjasama dengan Komisi II," ungkap dia.

Lebih lanjut, Adies menyampaikan pansus tak hanya fokus pada permasalahan sengketa tanah di Bojong Koneng dan Cijayanti. Permasalahan serupa juga dinilai terjadi di wilayah lainnya di Indonesia.

"Ini adalah role model, Bojong Koneng dan Cijayanti menjadi role model untuk kasus tanah di seluruh Indonesia. Kita akan mulai dari sini. Kami akan memulai dari sini. Dan semua fraksi hampir menyetujui," tandas Adies.

Sebelumnya, Adies bersama Sarifudin Suding, Supriansa, Taufik Basari, Andi Rio Idris Pandjalangi mengunjungi Bojong Koneng dan Cijayanti untuk menyerap aspirasi masyarakat disana. Masyarakat Bojong Koneng dan Cijayanti adalah masyarakat yang bersoal dengan Sentul City.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kemenpora, Jawa Barat
wwwwww