Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Olympic

Perubahan Logo dan Tagline Div TIK Polri Jelaskan Pilihan Teknologi Terintegrasi

Perubahan Logo dan Tagline Div TIK Polri Jelaskan Pilihan Teknologi Terintegrasi
Kepala Div TIK, Irjen Pol. Slamet Uliandi. (Foto: Istimewa)
Kamis, 24 Maret 2022 11:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Rabu, 23 Maret 2022. Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri meluncurkan logo baru. Perupaan logo anyar ini berwarna dasar hitam dan putih dengan gambar bola dunia berupa bit digital. Irjen Pol. Slamet Uliandi selaku Kepala Div TIK mengatakan logo ini menjadi penegasan pembangunan arsitektur TIK Polri dengan pilihan teknologi terintegrasi.

"Perubahan lingkungan strategis di tingkat global, regional, hingga domestik mendorong Polri menerapkan konsep incorporated atau ketergabungan. Implementasinya dimulai dari pilihan teknologi yang mampu menjawab tantangan yang semakin dinamis," jelasnya di Jakarta, Rabu (23/3/2022).

GoNews.co Logo TIK Polri.
Logo TIK Polri.

Dalam acara penutupan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) TIK Polri yang diikuti oleh segenap Kepala Bidang TIK dari 34 Polda jajaran, Slamet menegaskan bahwa agenda besar Div TIK merupakan implementasi dari program transformasi kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Bahkan, dalam Rapim TNI-Polri yang dihelat pada 2 Maret 2022 Presiden Jokowi menyebut kedua institusi ini harus menguasai teknologi blockchain dan artificial intelligence.

"Fondasi dasar dalam transformasi digital Polri mau tidak mau harus diawali dengan pilihan teknologi, yang memang teknologi ini adaptif terhadap berbagai dinamika lingkungan strategis. Itu yang diharapkan Presiden dan Kapolri, agar mengarah pada blockchain dan artificial intelligence," tegasnya.

Slamet menuturkan bahwa konsep incorporated sudah umum diterapkan di dunia bisnis. Hal itu kemudian mendorong banyak perusahaan berinvestasi pada sektor teknologi secara besar-besaran. Tren itulah, kata Slamet, yang membuat revolusi industry 4.0 lebih cepat terealisasi dari yang diperkirakan sebelumnya.

"Adaptasi incorporated itu suatu keniscayaan, karena akan berdampak pada pelayanan Polri yang semakin berorientasi mendekatkan dengan masyarakat. Tidak ada ceritanya jika pemerintahan-kepolisian kalah dalam melayani masyarakat, dibanding sektor swasta melayani konsumennya," cetusnya.

Lebih jauh, pilihan teknologi dan integrasi data kepolisian dibawah Div TIK Polri ini dilandasi Peraturan Kepala Kepolisian RI (Perpol) yang rencananya akan diterbitkan pada akhir Maret ini. TIK Polri selama ini masih terdesentralisasi yang menunjukkan masih tergelarnya teknologi lama, yang memang belum menyesuaikan dengan teknologi masa depan.

Implementasi Div TIK Polri dalam pilihan teknologi terbaru telah direalisasikan dalam pergelaran 91 Command Center di Bali. Pergelaran itu merupakan daya dukung Pilri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menuju penyelenggaraan Presidensi G20 pada Oktober mendatang.

GoNews.co Kepala Div TIK, Irjen Pol. Sla
Kepala Div TIK, Irjen Pol. Slamet Uliandi. (Foto: Istimewa)

Pusat informasi ini menerapkan teknologi seperti koneksi 1.400 titik CCTV yang memiliki kemampuan analytics face recognation; crowd analytics and vehicle; body worn device yang melekat pada setiap anggota yang bertugas; drone dan anti drone monitoring; pendeteksi gempa bumi dan prakiraan cuaca yang terintegrasi dengan BMKG, BNPB, dan Jasa Marga.

"91 CC-ITDC dikunjungi oleh delegasi UNDRR sebanyak 19 orang untuk mengecek kesiapan kita dalam rangka Konfrensi GPDRR pada bulan Mei 2022," jelasnya.

Slamet juga menyebut Div TIK tengah membangun Super Apps Polri Presisi yang rencananya akan diluncurkan pada bulan Juli. Saat ini juga terus direalisasikan pemenuhan layanan seperti GPS Patroli Polri, Call Center 110, dan Sub Monitoring Center yang dapat memonitor target yang sudah terpetakan.

"Semangat baru ini pun membawa Div TIK Polri mengedepankan tagline 'Mengabdi dengan Integrasi - Melayani dengan Teknologi' yang menjelaskan seluruh penyelenggaraan TIK Polri di berbagai jajaran Polri diselenggarakan oleh Div TIK," pungkasnya.***

wwwwww