Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Olympic

Jadikan Momentum Mudik untuk Bangun Solidaritas Nasional

Jadikan Momentum Mudik untuk Bangun Solidaritas Nasional
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Istimewa)
Minggu, 24 April 2022 20:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Jadikan momentum mudik Lebaran untuk meningkatkan solidaritas sosial masyarakat dalam upaya membangun solidaritas nasional sebagai salah satu modal untuk menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa saat ini dan di masa datang.

"Tantangan yang dihadapi bangsa kita saat ini membutuhkan dukungan seluruh anak bangsa untuk menjawabnya. Dibutuhkan komitmen bersama yang muncul dari semangat solidaritas yang tumbuh di tengah masyarakat. Momentum mudik kali ini bisa membangkitkan semangat itu," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/4/2022).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam satu kesempatan pekan lalu mengatakan, saat ini perekonomian global tengah menghadapi banyak risiko dari sisi ekonomi. Misalnya, tingkat inflasi yang melaju tinggi karena ada gangguan dari sisi pasokan.

Invasi Rusia ke Ukraina akan berefek pada kenaikan harga komoditas yang ekstrem di berbagai belahan dunia, sehingga memaksa pengetatan kebijakan moneter dan menciptakan volatilitas di pasar keuangan. Hal itu, jelas Sri Mulyani, akan menjadi ancaman sekaligus tantangan yang sangat nyata bagi proses pemulihan ekonomi di negara maju maupun di negara berkembang.

Menurut Lestari, pulang ke kampung halaman dengan kebersamaan serta sejumlah bantuan dan buah tangan dari para pemudik untuk sanak saudara dan sahabat misalnya, diharapkan mampu membangkitkan kembali solidaritas di antara masyarakat. Kunjungan pemudik ke sejumlah tempat wisata di daerah juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Selain itu, Lestari berharap para pemangku kepentingan di pusat dan daerah dapat memberikan informasi yang tepat dan benar terkait sejumlah tantangan yang dihadapi negara kita saat ini. Dengan demikian, lanjut Rerie, sapaan akrab Lestari, masyarakat dengan sukarela bisa ambil bagian dalam berbagai upaya untuk menjawab tantangan bangsa secara bersama-sama.

Kondisi perekonomian dunia yang dipengaruhi perubahan politik global, jelas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, rawan bergejolak dan akan berdampak pada kondisi perekonomian nasional. Kesiapan Indonesia untuk menghadapi dampak gejolak perekonomian global harus menjadi kepedulian bersama, para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Di tengah ancaman gejolak perekonomian global, tambahnya, jangan ada lagi oknum pejabat yang menyelewengkan kebijakan yang menciptakan beban terhadap masyarakat luas. Ia berharap upaya membangun kemandirian ekonomi terus dilakukan dalam menghadapi dampak gejolak perekonomian global melalui kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan dan masyarakat.***

wwwwww