Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Gegara Langkah 'Konyol' Cak Imin, Suara PKB Sulit Naik dari Pilpres 2019

Gegara Langkah Konyol Cak Imin, Suara PKB Sulit Naik dari Pilpres 2019
Ilustrasi Kampanye PKB. (Foto: Istimewa)
Kamis, 05 Mei 2022 18:25 WIB

JAKARTA - Isu yang diangkat tidak jelas dan cenderung konyol, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dianggap akan sulit menaikkan jumlah pemilih dari Pemilu 2019 lalu pada Pemilu 2024 mendatang.

Pendiri dan aktivis Lingkar Madani, Ray Rangkuti mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin oleh Cak Imin dianggap mempunyai pangsa pasar pemilu sendiri.

Namun demikian, Ray meragukan PKB akan bertahan dengan posisi seperti sekarang dengan wacana yang digaungkan, yaitu penundan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo tiga periode.

"Apakah partai besutan Muhaimin ini akan dapat bertahan dengan posisi seperti sekarang, atau malah turun. Untuk naik dari tahun 2019 lalu, rasanya sulit," ujar Ray kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/5).

Karena kata Ray, isu yang diangkat oleh Cak Imin belakangan ini dianggap tidak jelas tujuannya untuk disasar ke kelompok pemilih yang mana. "Yang hampir bisa pastikan, ide-ide PKB tesebut jauh dari minat pemilih rasional dan kelompok milenial. Itu kerugian tersendiri bagi PKB," pungkas Ray.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww