Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pengamat: 2024 Jalan Terjal bagi PKB

Pengamat: 2024 Jalan Terjal bagi PKB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Foto: Istimewa)
Kamis, 05 Mei 2022 18:33 WIB
JAKARTA - Pemilu 2024 diprediksi akan menjadi jalan terjal bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan berpotensi dicueki oleh mitra koalisinya akibat isu tunda pemilu yang dihembuskan oleh Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, Cak Imin selaku Ketua Umum PKB mulai kehilangan pamor pasca Nahdlatul Ulama (NU) secara terang-terangan tidak akan berafiliasi kepada PKB. Bahkan, NU justru nampak terlihat lebih mesra dengan PPP pimpinan Suharso Monoarfa.

"Terlebih lagi usulan tiga periode yang coba digembar-gemborkannya justru tidak didukung oleh publik, dan justru berseberangan dengan pemilih rasional yang nyata-nyata menolak usulan Cak Imin tersebut," ujar Saiful, Kamis (5/5/2022).

Sehingga menurut Saiful, Pemilu 2024 akan menjadi perjalanan terjal bagi PKB, karena selain NU sudah tidak lagi mesra, juga isu perpanjangan jabatan Presiden Joko Widodo dan penundaan pemilu akan terus menggerus suara PKB.

"Di mana hal tersebut sangat bertolak belakang dengan harapan publik. Bukan tidak mungkin suara PKB akan dikalahkan oleh suara PPP kalau PKB tidak mampu mengelola psikologis pemilih utamanya yang berasal dari Nahdliyin," katanya.

Menurut Saiful, PPP nampak lebih lembut memainkan pendekatan yang lebih baik, dan tidak cenderung menyerukan isu-isu yang tidak populis bagi publik.

"Bukan tidak mungkin pula mitra koalisi makin mencueki PKB kalau isu-isu yang dihembuskan tidak mendapat dukungan publik," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww