Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

Hepatitis Penyebaran Baru atau Bawaan Vaksin? Siti Fadilah Desak Pembentukan Medical Intelejen TNI

Hepatitis Penyebaran Baru atau Bawaan Vaksin? Siti Fadilah Desak Pembentukan Medical Intelejen TNI
Mantan Menkes RI Siti Fadilah Supari dalam suatu kesempatan. (foto: ist./dok.)
Kamis, 12 Mei 2022 13:11 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Siti Fadilah Supari melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis (12/5/2022), mendesak pembentukan lembaga medical intelejen di bawah TNI untuk menghadapi berbagai ancaman wabah penyakit menular yang berpotensi pandemi baru menyusul merebaknya hepatitis di beberapa negara termasuk Indonesia.

"Kita jangan terlambat. Ini soal keselamatan rakyat dan sistim pertahanan nasional. Makanya lembaga medical intelejen sudah sangat dibutuhkan TNI," kata Siti sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Sampai saat ini menurutnya, polemik tentang asal usul kemunculan hepatitis akut di beberapa negara masih terus berlangsung.

"Kita musti ada penelitian sendiri yang valid dan kredibel untuk memastikan apakah ini penyebaran baru atau bawaan dari vaksinasi Covid-19. Saatnya sistim pertahanan kita memiliki otoritas keilmuan untuk meneliti dan memastikan asal usulnya. Agar kita menghadapinya secara tepat," kata Siti.

Menurut Siti, pelajaran dari pandemi Covid-19 sangat berharga; negara harus segera melengkapi sistim pertahanan dengan laboratorium yang kuat untuk menghadapi kemungkinan bioweapon dan biowarfare di masa depan.

Siti Fadilah kembali mengingatkan bahwa Bill Gates, sebagai figur penting dalam pandemi Covid-19 telah berkali-kali mengingatkan kemungkinan adanya pandemi baru pasca Covid-19 yang mengancam keselamatan umat manusia.

"Peringatan Bill Gates tidak bisa dipandang enteng. Kita justru harus segera bersiap, tidak cukup di bidang kesehatan tapi juga secara militer. Saya yakin TNI dan intelejen kita mampu. Pak Jokowi jangan terlambat," tegasnya.

Dengan adanya lembaga medical intelejen maka penelitian berbagai penyakit yang muncul di tengah masyarakat sejak awal bisa di bawah kepemimpinan TNI sebagai organisasi terkuat yang bertanggungjawab atas pertahanan negara dan keselamatan seluruh rakyat.

"Jadi semua terintegrasi dan terpimpin, jangan sendiri-sendiri lagi. Sehingga penanganannya sudah berbeda dengan saat menghadapi pandemi Covid-19," tegasnya.

Siti Fadilah yakin para ahli penyakit menular Indonesia saat ini sedang sibuk meneliti asal usul dan bagaimana menghadapi kemungkinan wabah hepatitis.

"Para ahli, peneliti dan dokter harus dipimpin oleh lembaga medical intelejen ini. Jangan tiba-tiba masyarakat justru diwajibkan vaksinasi lagi, tanpa penelitian yang valid dan hanya mengikuti maunya internasional," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww