Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
16 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Olympic

Bulog Didesak Segera Normalisasi Minyak Goreng Curah

Bulog Didesak Segera Normalisasi Minyak Goreng Curah
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 13 Mei 2022 13:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, mendesak Bulog untuk tidak banyak berwacana dan obral janji terkait upaya normalisasi harga minyak goreng (migor) curah.

Bulog sebaiknya langsung kerja ekstra keras segera mempersiapkan distribusi migor curah dengan baik agar sampai ke tangan masyarakat yang berhak. Bulog jangan melulu tenggelam pada birokrasi dan koordinasi antar kementerian.

Mulyanto juga minta Kemenperin dan Kemendag harus mempercepat proses kerja Bulog ini. Termasuk pengaturan kebijakan teknis dan koordinasi serta penyiapan pendanaan sebagai modal kerja pembelian migor dari produsen.

Karena argometer kebijakan pelarangan ekspor CPO berjalan terus dengan harga mahal yang harus dibayar Pemerintah. "Amanat kepada Bulog kan sudah hampir tiga minggu (28/5), namun tata niaga migor curah di lapangan tidak memperlihatkan perubahan yang berarti. Migor curah masih langka dan harga masih jauh di atas HET. Menurut data PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis) Nasional per (12/5), harga migor curah masih bertengger di angka Rp. 19.000,- per kg dengan HET sebesar Rp. 15.500,- per kg," terang Wakil Ketua Fraksi PKS ini.

Mulyanto mendapat laporan di pasar muncul berbagai merek baru migor kemasan. Artinya kemungkinan terjadinya re-packing migor curah menjadi migor kemasan sangat terbuka. Belum lagi peluang terjadinya penyimpangan migor curah ke pihak yang tidak berhak, seperti industri makanan dan minuman, perhotelan serta pariwisata.

"Selain itu dari sisi produksi juga tidak jelas, berapa banyak migor curah yang sudah digelontorkan. Jangan-jangan masih jauh di bawah target komitmen yang ditetapkan. Sementara penyelundupan CPO dan turunannya ke negara tetangga makin marak. Bila hal ini benar, maka menjadi wajar saja kalau harga migor curah belum juga turun, meski pelarangan ekspor CPO sudah lewat tiga minggu," ungkap Mulyanto.

"Sementara para petani sawit rakyat sudah pada berteriak bahkan menyatakan akan berdemo ke istana, karena harga tandan buah segar (TBS) mereka yang anjlok hampir Rp. 1000 per kg di saat harga pupuk yang tinggi. Belum lagi devisa negara hilang per hari sekitar Rp 1 triliun dari potensi ekspor CPO dan turunannya," pungkasnya.***

wwwwww