Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

OJK Beri Kiat Hindari Skimming

OJK Beri Kiat Hindari Skimming
WNA salah satu tersangka skimming sedang memperagakan aksi kejahatannya. (foto: dok. ist./antara via republika)
Minggu, 15 Mei 2022 18:50 WIB
JAKARTA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar Yusri di Padang, Minggu (15/5/2022), menyatakan kepada wartawan bahwa nasabah dari beberapa bank besar baik plat merah maupun swasta pernah menjadi korban skimming atau penggandaan kartu ATM.

Ia menjelaskan, proses skimming meliputi dua tahap yaitu perekaman data menggunakan alat yang ditempel di mulut tempat memasukkan kartu dan ada kamera di atas keypad ATM.

"Pelakunya biasanya WNA, bukan dari Indonesia yang merupakan komplotan," kata dia sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari Antara.

Karena, nasabah diimbau untuk menutup rapat keypad mesin ATM saat memencet nomor PIN. Ini adalah kiat agar nasabah tidak menjadi korban skimming.

"Kendati di mulut mesin tempat memasukkan kartu sudah dipasang alat perekam data, jika saat menekan PIN ditutup dengan tangan maka tidak akan mudah untuk menjadi korban skimming," kata Yusri.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww