Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Non Olympic
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Emas Arif Dwi Pangestu, Kado Buat Almarhumah Ibunda

Emas Arif Dwi Pangestu, Kado Buat Almarhumah Ibunda
Arif Dwi Pangestu (Foto: NOC Indonesia)
Rabu, 18 Mei 2022 23:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANOI - Kejutan demi kejutan ditampilkan atlet muda Indonesia di SEA Games 2021 Vietnam. Kali ini,giliran pemanah muda Arif Dwi Pangestu yang menunjukkan sinarnya di Negeri Naga Biru.

Arif (17 tahun) berhak atas emas nomor individual recurve usai menang 6-2 atas seniornya Riau Ega Agatha Salsabila dengan skor 6-2 di final yang berlangsung di Ha Noi National Sport Training Center, Rabu (18/05) sore. Hasil tersebut membuat Riau Ega berlapang dada dengan capaian perak.

Emas ini sekaligus menyempurnakan raihan yang didapatkannya bersama Riau Ega dan Bagas Alvyanto pada pagi harinya. Trio arjuna Merah Putih ini tampil terbaik di nomor tim recurve putra. “Alhamdulillah bisa mendapatkan dua emas. Ini saya persembahkan untuk Indonesia dan almarhumah ibu,” kata Arif.

Almarhum ibunda, kata Arif, menjadi sosok penting dalam kariernya di panahan. Ia selalu menyupport apa pun keinginan Arif, termasuk dalam berolahraga. Terlebih, sebelum menjadi pemanah, Arif juga menekuni cabang olahraga pencak silat.

“Apa pun didukung sama ibu, apa yang saya suka. Setiap ada pertandingan di daerah, pasti diantar dan ibu selalu memotivasi saya,” kata Arif yang kehilangan sang ibunda tepat satu bulan sebelum dirinya turun di SEA Games 2019 Manila.

“Awalnya berat karena ditinggal ibu, tetapi saya juga ingin membuat ibu bangga meski sudah tidak ada. Saat turun di SEA Games 2019, saya dapat emas di nomor tim putra. Lalu lolos Olimpiade Tokyo, dan dimudahkan jalan untuk memberkan dua emas kepada Indonesia,” kata arif.

“Saya sempat bilang sama ibu, saya ingin beprestasi. Saya ingin nama saya masuk mesin pencarian di internet, koran dan televisi. Alhamdulillah itu sudah terwujud.”

Di sisi lain, prestasi yang diukir Arif tak membuatnya jemawa. Ia masih penasaran berlaga di kancah Asian Games dan menaklukkan panggung Olimpiade.

“Saya masih sangat penasaran dengan Olimpiade. Saat di Tokyo, saya merasa kurang maksimal karena faktor alam (saat itu tengah badai). Saya ingin bisa lolos kualifikasi Paris, dan tampil maksimal di sana,” ujar Arif.

Total, Tim Panahan Indonesia telah menyumbangkan 4 emas dan 1 perak dari nomor recurve. Dua emas medali lainnya didapat dari nomor beregu campuran atas nama Riau Ega Agata Salsabila dan Rezza Octavia. Mereka menang 6-2 atas Malaysia.

Kepingan emas ketiga direbut Rezza Octavia yang tampil di nomor Women's Individual Recurve usai mengalahkan atlet Thailand, Narisara Khunhiranchaiyo, dengan 6-0. ***

wwwwww