Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

Akun Medsos DPD jadi Media Kampanye LaNyalla menuju Pencapresan, Pengamat: Parah!

Akun Medsos DPD jadi Media Kampanye LaNyalla menuju Pencapresan, Pengamat: Parah!
Peneliti Formappi Lucius Karus dalam suatu kesempatan. (foto: ist. via mnctrijaya)
Selasa, 31 Mei 2022 11:12 WIB
JAKARTA - Peneliti Formappi (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia) Lucius Karus mengkritisi penggunaan akun media sosial diduga milik DPD RI. Kepada wartawan, Selasa (21/5/2022), Lucius menyampaikan, unggahan Instagram @dpdri itu bernada kampanye pribadi Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti menuju pencapresan.

"Parah! Akun DPD RI jadi media kampanye Capres," kata Lucius dalam status WA yang dilihat GoNEWS.co, Selasa (31/5/2022).

GoNews.co Unggahan media sosial yang din
Unggahan media sosial yang dinilai bernada kampanye oleh Formappi. (gambar: tangkapan layar formappi)

Dari tangkapan layar akun Instagram dpdri, nampak terlihat foto LaNyalla dengan sejumlah orang dalam suatu ruangan formal. Tertulis sebagai keterangan foto; "Negara Butuh Strong Leader, KAHMI Pare-Pare Dukung LaNyalla jadi Presiden".

Saat dikonfirmasi, Lucius menyatakan, sebenarnya urusan pencapresan merupakan hak LaNyalla sebagai warga negara. Hanya saja, "Tidak pantas urusan pribadi itu jadi konten medsos milik lembaga."

"Media sosial milik lembaga ya mestinya menyampaikan informasi terkait pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga bukan pelaksanaan politik pencitraan Ketuanya," kata Lucius.

DPD itu,kata Lucius, memang mungkin jadi satu lembaga yang minim manfaat, "Tetapi jangan sampai orang-orang yang menjadi anggotanya menambah ketakbermanfaatan lembaga itu."

"Kalau Ketua DPD mau jadi Capres, ya silahkan saja. Itu urusan pribadinya. DPD bukan peserta Pemilu yang sama dengan Parpol dimana bisa mengusung calon presiden. Kalau Ketua DPD mau jadi calon presiden ya deketin partai, walau saya ngga yakin ada partai yang tertarik," ujar Lucius.

Jadi, tandas Lucius, "Jangan rusak lembaga untuk atau demi nafsu pribadi Ketua DPD!".

Terlebih, menurut Lucius, aampai sekarang kinerja DPD belum juga jelas, malah yang muncul adalah informasi terkait nafsu ketuanya mau jadi Capres. "Parah banget kan?".

Saat berita ini dimuat, unggahan tersebut sudah tak tersedia di akun dpdri. Lucius menuturkan, unggahan itu Ia capture pada Senin sore, kemarin. Saat itu, unggahan "Negara Butuh Strong Leader, KAHMI Pare-Pare Dukung LaNyalla jadi Presiden" sudah disukai oleh 1.207 akun dan mendapat komentar tak kurang dari 571 komentar pengguna Instagram.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww