Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

Pengadaan Alat Antigen jadi Temuan BPK, Ini Respons Anggota DPR

Pengadaan Alat Antigen jadi Temuan BPK, Ini Respons Anggota DPR
Ilustrasi tes antigen. (foto: ist./dok.cnbc)
Selasa, 31 Mei 2022 09:32 WIB
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dikabarkan menemukan kejanggalan dalam pengadaan alat tes antigen Covid-19 di Kementerian Kesehatan periode 2020-2022. Informasi ini direspons secara tertulis oleh anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher sebagaimana dibaca di Jakarta, Selasa (31/5/2022).

Menurut Netty, temuan BPK ini harus diinvestigasi. Data yang Ia terima, terjadi kelebihan stok alat tes antigen pada periode itu. "Kebutuhan hanya 14 juta unit, namun stok mencapai 18,33 juta unit."

"Disinyalir sebagian alat tes tersebut tidak memenuhi spesifikasi aspek kedaluwarsa. Ini membuat negara mengalami kerugian yang tidak sedikit," kata Netty sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Selain itu, menurut Netty adanya pengadaan oleh satu perusahaan yang sama juga menimbulkan tanda tanya tersendiri. Karena itu, ia meminta pemerintah benar - benar melakukan investigasi temuan BPK atas kejanggalan tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww